Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Buntut Aksi Protes Susu Tumpah di Boyolali, Cagub Fraksi PDIP Andika Perkasa Dorong Hilirisasi sebagai Jawaban Krisis

Oktaviani Sindy • Selasa, 12 November 2024 | 02:52 WIB
Cagub Jawa Tengah fraksi PDIP Andika Perkasa singgung Hilirasasi sebagai solusi dari aksi protes susu tumpah di Boyolali. (kolase Radar Tuban & Jawa Pos)
Cagub Jawa Tengah fraksi PDIP Andika Perkasa singgung Hilirasasi sebagai solusi dari aksi protes susu tumpah di Boyolali. (kolase Radar Tuban & Jawa Pos)

Jawa Pos Radar Lawu - Para peternak sapi perah di Boyolali, Jawa Tengah, bersama agen dan pengepul susu, menggelar aksi protes dengan membuang susu ke tempat sampah, mandi susu, dan membagikannya ke warga pada Sabtu, (9/11/2024).

Aksi ini merupakan respon terhadap penolakan industri pengolahan susu (IPS) terhadap susu segar dari Boyolali.

Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 1, Andika Perkasa, menanggapi permasalahan tersebut dengan menyinggung pentingnya hilirisasi sebagai solusi.

Menurutnya, hilirisasi akan memberi para peternak lebih banyak pilihan untuk memasarkan produknya.

"Berarti kan masalah utamanya produksinya tidak terserap, jadi menurut saya memang salah satu insentif yang kami berikan adalah usaha-usaha yang kemudian menciptakan hilirisasi," ujar Andika usai debat kedua Pilgub Jateng di Semarang, Minggu (10/11/2024).

Bahkan, ia menjelaskan, selama ini susu para peternak hanya diserap oleh pabrik, sehingga bargaining power mereka rendah. Dengan adanya hilirisasi, peternak dapat mengolah susu menjadi produk bernilai tambah, sehingga mereka memiliki alternatif lain untuk menjualnya.

"Insentif ini bisa berupa pengurangan pajak, kemudahan perizinan, dan lainnya sehingga lebih banyak usaha yang dapat menyerap dan mengolah susu," tambah Andika.

Aksi protes ini dimulai dari pertemuan di kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, di mana perwakilan pengepul susu menyampaikan keluhan kepada pemerintah.

Setelah berkumpul, para agen dan pengepul membawa ratusan tong susu menuju Tugu Susu Murni di depan Pasar Boyolali.

Di sana, sebagian susu dibagikan ke warga dan sebagian lagi digunakan untuk mandi.

Setelah itu, susu-susu ini diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Winong, Boyolali, dan ribuan liter susu dari bak pikap dituangkan begitu saja. Koordinator aksi, Sriyono Bonggol, menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk protes atas kondisi yang dihadapi peternak susu Boyolali.

Baca Juga: Total 23 Korban, Satu Tewas, Kecelakaan Beruntun Belasan Kendaraan di Tol Cipularang Km 92 Arah Jakarta, Ini Penjelasan Kepolisian

"Kami mewakili peternak yang saat ini sedang menjerit," ucap Sriyono.

Menurut Sriyono, setiap hari 30 ribu liter susu tak terserap oleh pabrik akibat pembatasan kuota yang diberlakukan. Hal ini menyebabkan kerugian bagi pengepul, koperasi, dan para peternak.

"Produksi susu kita hanya 20 persen dari kebutuhan nasional, tapi pabrik malah membatasi," ujarnya, seraya menduga bahwa impor susu yang dilakukan pemerintah menyebabkan rendahnya serapan terhadap susu lokal.

Permasalahan ini menunjukkan betapa mendesaknya solusi untuk memastikan peternak memiliki pasar yang stabil untuk susu mereka.

Andika Perkasa menawarkan hilirisasi sebagai langkah yang dapat meningkatkan kemandirian industri susu lokal dan memberi pilihan lebih bagi peternak.

Sementara itu, aksi para peternak di Boyolali menjadi simbol keresahan peternak susu lokal yang menuntut perhatian dan solusi dari pemerintah. (okta)

Editor : Riana M.
#hilirisasi #aksi protes #Calon Gubernur Jawa Tengah #buang susu sapi #peternak sapi perah #andika perkasa #tempat sampah #nomor urut 1 #jawa tengah #boyolali #Fraksi PDI P