Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Update Harga Bitcoin Semakin Meledak Tembus hingga 63.000 Dolar, Ternyata Ini Alasannya

Oktaviani Sindy • Selasa, 8 Oktober 2024 | 14:54 WIB
Harga Bitcoin diketahui merangkak naik dari bulan sebelumnya, namun kini meledak hingga tembus 63.000 Dolar disebabkan kenaikan tenaga kerja di AS. (Jawa Pos)
Harga Bitcoin diketahui merangkak naik dari bulan sebelumnya, namun kini meledak hingga tembus 63.000 Dolar disebabkan kenaikan tenaga kerja di AS. (Jawa Pos)

Jawa Pos Radar Lawu - Harga Bitcoin kembali mencatatkan lonjakan signifikan di pasar global, dengan kenaikan sebesar 1,64 persen yang membuatnya menembus level USD 63.379 per koin pada penutupan perdagangan Senin, (7/10/2024).

Hal ini, menandai pemulihan yang sangat dinantikan setelah beberapa bulan terakhir Bitcoin sempat merosot hingga mencapai kisaran USD 53.000 per koin.

Menurut analisis CoinSwitch Markets Desk yang dikutip oleh Economic Times, "Bitcoin telah melanjutkan reli pemulihannya setelah bangkit dari garis support tren kritis, namun kini bisa berfungsi sebagai resistensi penting sebelum potensi kenaikan lebih lanjut."

Selain Bitcoin, ternyata token kripto lain juga mengalami pergerakan positif.

Token Solana naik 2,10 persen ke level USD 147,59 per koin, sementara Shiba Inu meningkat 3,21 persen ke level USD 0,00000181 per koin.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh laporan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat, yang melebihi ekspektasi pasar.

Dimana, data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa selama September 2024, gaji non-pertanian (nonfarm payrolls) naik sebanyak 254.000. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dua bulan sebelumnya yang hanya mencatat pertumbuhan sebesar 72.000 lapangan kerja.

Tak hanya itu, tingkat pengangguran di AS juga alami penurunan dari 4,2 persen pada bulan Agustus menjadi 4,1 persen pada bulan September, yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang sehat.

Selain itu, performa positif pada sektor tenaga kerja ini membuat para pembuat kebijakan di Bank Sentral AS, The Fed, diprediksi akan melonggarkan kebijakan moneter dengan menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada bulan depan, menyusul pemotongan besar yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya.

Investor pun melihat bahwa penurunan suku bunga lanjutan ini akan berdampak pada melemahnya dolar AS, sehingga aset kripto mulai dilirik kembali sebagai alternatif safe haven bagi para investor.

Lonjakan minat ini berkontribusi pada kebangkitan harga Bitcoin serta meningkatkan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 1,22 persen, mencapai USD 2,19 triliun pada awal pekan ini.

Dengan menyajikan pergerakan pasar dan analisis yang jelas, artikel ini memberikan pandangan komprehensif bagi pembaca yang tertarik pada dunia kripto dan faktor makroekonomi yang mempengaruhi fluktuasi harganya. (okta)

Editor : Riana M.
#pasar global #harga bitcoin #bitcoin #Analisis #kenaikan #kripto #melonjak #alasan #lonjakan