Kaos Merah Muda Celana Hitam, Pakaian Mahasiswi UC Surabaya saat Bunuh Diri Lompat dari Lantai 22
Nur Wachid• Jumat, 20 September 2024 | 23:38 WIB
Mahasiswi UC Surabaya bunuh diri lompat dari lantai 22 gedung kampus, Rabu pagi (18/9/2024). (RADAR SURABAYA)
SURABAYA, Jawa Pos Radar Lawu - Tragedi memilukan terjadi di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, ketika seorang mahasiswi semester lima bernama Sharlene Namira Valencia (SNV), 20, ditemukan tewas setelah nekat melompat dari lantai 22 gedung kampusnya.
Kejadian ini berlangsung pada Rabu pagi (18/9), sekitar pukul 06.00 WIB.
Sharlene, yang merupakan mahasiswi jurusan manajemen, ditemukan dalam keadaan mengenakan kaos berwarna merah muda dan celana panjang hitam.
Korban tergeletak telungkup di pinggir jalan yang terletak di antara kampus UC dan apartemen di kawasan Sambikerep, Surabaya.
Laporan Radar Surabaya menyebutkan bahwa Kapolsek Lakarsantri Kompol M. Akhyar menjelaskan, Sharlene ditemukan sudah tidak bernyawa usai melompat dari lantai 22 gedung kampus Universitas Ciputra.
"Kami menerima laporan pada Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah dilakukan pengecekan di tempat kejadian, diketahui korban bunuh diri dengan melompat dari lantai 22," ujar Akhyar.
Polisi segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan visum guna memastikan kondisi jasad korban.
Dari keterangan orang tua korban, tidak ada tanda-tanda keanehan yang ditunjukkan oleh Sharlene sebelum kejadian tragis ini.
"Gak ada yang aneh. Orang tuanya tidak mengetahui masalah yang dihadapi korban," lanjut Kompol Akhyar.
Diketahui, Sharlene merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Orang tuanya telah diperiksa sebagai saksi oleh pihak kepolisian untuk mendalami penyebab yang mungkin melatarbelakangi keputusan korban mengakhiri hidupnya.
Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif bunuh diri ini. Beberapa saksi, termasuk orang tua korban, sudah diperiksa oleh pihak kepolisian.
Meski demikian, belum ada informasi lebih detail mengenai masalah pribadi yang mungkin dihadapi korban hingga memutuskan bunuh diri.
Dalam kasus serupa, para ahli menyebut bahwa generasi muda, terutama Gen Z, lebih rentan mengalami depresi dan kecemasan akibat tekanan akademis maupun sosial. (kid)
Paniradya Pati Keistimewaan DIY ARIS EKO NUGROHO. Editor : Nur Wachid