Jawa Pos Radar Lawu - Belakangan ini, media sosial Twitter X ramai memperbincangkan fenomena awan yang menyerupai gelombang besar seperti tsunami.
Awan tersebut, yang terlihat mengerikan dan memanjang, sering diunggah oleh para netizen dan diberi julukan awan tsunami.
Salah satu pengguna dengan akun @zakiberkata bahkan menyebut bahwa fenomena ini sering muncul saat peralihan musim atau pancaroba.
Namun, apa sebenarnya fenomena ini?
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awan tersebut bukanlah pertanda bencana, melainkan fenomena alam yang dikenal sebagai awan Arcus.
Awan Arcus merupakan awan dengan formasi horizontal yang terbentuk saat pertemuan massa udara dingin dengan udara hangat dan lembap.
Penampakan awan Arcus atau yang kini disebut dengan awan tsunami itu tercatat BMKG terlihat di wilayah Meulaboh, Aceh, pada 10 Agustus 2020 lalu.
Penjelasan BMKG Mengenai Awan Arcus yang Heboh Disebut Awan Tsunami
BMKG menjelaskan bahwa awan Arcus bisa muncul saat ada ketidakstabilan atmosfer.
Awan ini sering terlihat memanjang seperti gelombang besar di langit, terutama di area yang mengalami pertemuan angin laut dalam skala luas yang bergerak ke daratan.
Fenomena ini bisa menyebabkan cuaca buruk, seperti angin kencang dan hujan deras yang disertai kilat atau petir.
Namun, BMKG menegaskan bahwa kemunculan awan Arcus tidak berkaitan dengan gempa bumi atau tsunami.
Ini murni fenomena meteorologi yang terjadi secara alami akibat dinamika atmosfer.
Dampak Cuaca Munculnya Awan Tsunami dan Peringatan BMKG
Meski tidak terkait dengan gempa atau tsunami, awan Arcus bisa menandakan potensi cuaca buruk.
BMKG menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi mereka.
Cuaca ekstrem bisa terjadi di sekitar area di mana awan ini muncul, BMKG berpesan penting kepada masyarakat untuk mempersiapkan diri. (kid)
Editor : Nur Wachid