SEMARANG, Jawa Pos Radar Lawu - Kematian tragis dokter muda Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), memicu gelombang keprihatinan publik.
Usai viral kabar dugaan penyebab bunuh diri di media sosial gegara bullying atau perundungan yang menjadi tradisi bagi mahasiswi di PPDS Undip Semarang.
Aulia ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Semarang, diduga karena tekanan dan perundungan (bullying) selama menjalani program pendidikan dokter spesialis.
Menanggapi insiden ini, Kementerian Kesehatan RI bergerak cepat dengan mengeluarkan surat penghentian sementara Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Fakultas Kedokteran Undip.
Humas Kemenkes, dr Muhammad Syahrial, mengonfirmasi bahwa surat penghentian sementara tersebut sudah diterima oleh pihak RSUP dr Kariadi, tempat Aulia menjalani pendidikannya.
Keputusan ini diharapkan dapat memberikan waktu bagi pihak terkait untuk melakukan investigasi dan perbaikan terhadap sistem pendidikan dokter spesialis yang ada.
“Betul sudah ada surat penghentian sementara PPDS studi Anestesi Fakultas Kedokteran Undip, sudah di terima pihak RSUP dr Kariadi,” ungkap Humas Kemenkes RI, dr Muhammad Syahrial dilansir Radar Lawu dari Radar Semarang.
Kasus ini cepat menarik perhatian di platform media sosial X, di mana netizen ramai-ramai membahas dugaan perilaku senioritas yang berlebihan dan tekanan mental yang dialami oleh para peserta program PPDS.
Beberapa netizen membagikan pengalaman pribadi mereka saat menjalani pendidikan serupa, mengungkapkan bagaimana tekanan dalam program tersebut bisa sangat berat.
Sejumlah netizen mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Salah satu akun dengan nama @****oko28 menuliskan, "Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengar kabar ada dokter PPDS meninggal diduga bunuh diri. Ini harus jadi pelajaran, jangan sampai terulang lagi."
Ungkapan ini menggambarkan duka sekaligus keprihatinan mendalam terhadap kondisi yang mungkin dialami oleh Aulia. (kid)
Editor : Nur Wachid