Jawa Pos Radar Lawu - Pesawat Militer yang ditumpangi oleh Wapres Malawi, Saulos Chilima, beserta 9 orang pejabat dikabarkan hilang kontak usai gagal mendarat di Bandara Internasional Mzuzu, pada Senin (10/6/2024).
Mendengar kabar tersebut, Presiden Malawi, Lazarus Chakwera langsung memerintahkan untuk segera melakukan oprasi pencarian dan penyelamatan secara besar-besaran.
Alhasil, puing pesawat di temukan di kawasan hutan Chikangawa, kota Mzuzu, Malawi, dengan keadaan seluruh penumpangnya meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan puing pesawat.
Pemerintah Malawi langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang merinci tentang kecelakaan pesawat tersebut pada Selasa siang (11/6/2024) waktu setempat.
Presiden Malawi, juga menambahkan bahwa seluruh penumpang sejumlah 10 orang dinyatakan tewas, termasuk wapres Chilima dan mantan ibu negara Shanil Muluzi.
Dr. Saulos Chilima merupakan politisi berusia 51 tahun dengan latar belakang sebagai pengusaha. Chilima terpilih sebagai wakil presiden untuk pertama kalinya pada 2014, dan berpasangan dengan calon presiden Arthur Peter Mutharika.
Selanjutnya, Chilima kembali terpilih sebagai wakil presiden pada pemilu presiden 2020, sebagai pasangan capres Lazarus Chakwera, setelah MK Malawi memerintahkan pembatalan hasil pemilu 2019.
Presiden Malawi, Lazarus, juga mengatakan bahwa Dr. Saulos Klaus Chilima adalah orang baik, warga negara yang patriotic, dan juga seorang wakil presiden yang tangguh mampu melayani negaranya dengan baik.
"Beliau adalah sebuah kehormatan besar dalam hidup saya, memiliki beliau sebagai wakil saya selama empat tahun ini," ucap presiden malawi menambahkan penjelasannya diatas.
Padahal, Wapres Chilima memiliki jadwal menghadiri upacara pemakaman mantan Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung negara Malawi, Ralph Kasambara yang meninggal dunia mendadak pada Jumat (7/6/2024), dan akan dimakamkan di kota Mzuzu tapi Tuhan berkata lain.
Menurut Angkatan Bersenjata Malawi, penyebab utama pesawat militer tersebut gagal mendarat sesuai jadwal karena jarak pandang yang buruk dan terpaksa kembali ke Lilongwe. Naasnya pesawat tersebut menghilang kembali dari radar saat dalam penerbangan menuju ibu kota.
Kejadian berduka yang dirasakan negara Malawi, Presiden Lazarus Chakwera dalam bentuk tertulis memberi arahan agar negara menerapkan masa berkabung selama 21 hari yang dimulai hari ini atau 11 Juni 2024 hingga 1 Juli 2024.
Presiden Lazarus Chakwera, juga memerintahkan dalam pernyataan tertulis tersebut, agar semua bendera diturunkan selama masa berkabung.
Masa berkabung ini diselenggarakan untuk menghormati Wapres Malawi Dr. Saulos Klaus Chilima beserta 9 pejabat yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat yang tragis.
Kabarnya, seluruh jenazah korban kecelakaan telah diangkut menuju ibu kota negara, Lilongwe. (okta-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid