Jawa Pos Radar Lawu - Roh, nama turis asal Korea Selatan berkunjung ke negeri gajah putih dengan visa liburan, namun pada awal Mei 2024 lalu Ia dikabarkan menghilang.
Keberadaan Roh tidak diketahui oleh siapapun, termasuk keluarganya sendiri. Bahkan kedua orang tua Roh tidak mendapat kabar apapun dari anaknya. Sehingga, Roh diduga diculik ketika berkunjung di Thailand.
Sampai pada tanggal 7 Mei 2024, orang tua Roh mendapat telefon dari nomor yang tidak di kenal. Ketika mengangkat panggilan telepon tersebut, si penelpon memberikan ancaman dan meminta uang sebesar 3 juta bath atau bila dirupiahkan sekitar 1,3 miliyar.
Uang tersebut diminta sebagai tebusan untuk membebaskan Roh, karena sebelumnya Roh diduga telah menghilangkan barang-barang penculik yang berupa obat-obatan.
Dugaan sementara obat tersebut merupakan obat terlarang atau narkoba.
Kejadian tersebut dilaporkan ke kedutaan Korea Selatan, sehingga berkat kerja sama antara kedutaan Korea dengan Kepolisian Thailand berhasil menemukan keberadaan Roh.
Ditemukan melalui lacakan CCTV, Roh bersama dengan dua laki-laki tengah bepergian menuju Pattaya. Dan itu merupakan petunjuk terakhir keberadaan Roh.
Sekitar dua hari yang lalu, perkembangan dalam mencari Roh memberikan hasil. Namun naas, hal itu menjadi berita tragis yang harus diterima oleh keluarga.
Roh ditemukan tidak bernyawa. Tubuhnya di semen dan dimasukkan ke dalam tong plastik berwarna hitam, kemudian di buang. Tong berisi jasad Roh ditemukan di Waduk Mabprachan, Thailand.
Perlu beberapa waktu untuk mengeluarkan tong tersebut dari air yang cukup dalam. Tim forensik masih mengidentifikasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian Roh.
Kepolisian Thailand juga berhasil mengidentifikasi tiga orang tersangka, sedangkan satu pelaku melarikan diri dari Thailand dan dua tersangka lainnya masih dicari.
Kedutaan Korea Selatan bekerja sama dengan Kepolisian telah memberikan dukungan kepada keluarga Roh dan menindaklanjuti penyelidikan secara menyeluruh. (riz/kid)
Editor : Nur Wachid