PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Mitos dua periode tak berlaku bagi calon yang sebelumnya menjabat wakil bupati (wabup) kemudian macung bupati.
Sebaliknya, justru kandidat tersebut memiliki peluang besar menang. Bupati Amin salah satunya, yang mendulang kemenangan pada Pilkada 2010 lalu.
Ketika itu Amin berpasangan dengan Yuni Widyaningsih meraup suara 250.651 suara.
Baca Juga: Sugiri dan Lisdyarita Daftar Pasangan Bakal Calon Bupati Ponorogo 2024 dari PKB, Loncat dari PDIP?
Amin berhadapan dengan bupati petahana Muhadi Suyono-Yusuf Pribadi dengan perolehan 174.152 suara, disusul pasangan Supriyanto-Nyamut Suseno 116.744 suara. Sebelumnya, Amin merupakan wakil dari Bupati Muhadi periode 2005-2010.
Strategi itu yang coba dipahami poros petahana untuk mempertahankan takhta pada Pilkada 2024 ini.
Lisdyarita menilai gagalnya para bupati pendahulu macung pada periode kedua ditudingnya tidak lepas dari kemistri antara pasangan bupati dan wakilnya.
Baca Juga: Viral Bocor Alus Kuda Hitam Diimpor dari Madiun, Wajah Baru Calon Bupati Ponorogo 2024, Siapa?
Maju dengan wakil yang berbeda, menurutnya menandakan adanya pecah kongsi, pun, tidak harmonis di akhir masa jabatan. Sehingga petahana sebelum-sebelumnya gagal.
‘’Kami dengan Pak Giri tidak ada pecah kongsi, bahkan masih sama-sama tujuannya. Ini kami jadikan landasan mematahkan mitos nanti,’’ ujar Lisdyarita mantap.
Lisdyarita memastikan bakal kembali mendampingi Sugiri Sancoko pada Pilkada 2024. Dia tak percaya sepenuhnya dengan mitos dua periode.
Menurutnya, kinerja pemerintah di gerbongnya pada periode ini menjadi jawaban meyakinkan kembali rakyat.
Meskipun tak dipungkiri sejumlah tawaran dari partai politik (parpol) memintanya macung sebagai calon bupati.
‘’Ada meme saya naik pesawat sendiri, ada juga yang naik sepeda sama Pak Giri, saya pilih naik sepeda saja,’’ tegasnya.
Penelusuran koran ini fakta membuktikan Pilkada 2010 dan 2015 lalu, petahana kalah kebetulan dengan wakil yang baru.
Muhadi Suyono maju dengan wakil baru, Yusuf Pribadi pada Pilkada 2010. Serta Ipong Muchlissoni dengan wakil baru Bambang Tri Wahono pada Pilkada 2015.
Mitos dua periode turut dicermati para pengamat politik. Sejak Pemilu digelar perdana 2004 lalu, tidak ada satupun bupati petahana yang mengulang kemenangan.
‘’Apakah nanti Pak Sugiri bisa memecahkan mitos ini, tentu menjadi tantangan sendiri,’’ kata Robby Darwis Nasution, Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo).
Selain mitos dua periode, Robby turut menyoroti PAN dalam setiap gelaran kontestasi. Entah mejer atau membawa hoki, koalisi yang didukung PAN menang dalam dua periode Pilkada berurut.
Pilkada 2015 PAN merapat ke koalisi Nasdem, Ipong menang. ‘’Pilkada 2020 PAN ganti ke koalisi PDIP, Pak Sugiri waktu itu hanya sembilan kursi, menang,’’ ujarnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid