PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Ponorogo, selain terkenal karena kesenian reog yang mendunia, juga menawarkan beragam destinasi wisata alam yang menakjubkan.
Salah satunya, Ngambang Tirto Kencono, terletak di Desa Gondowido, Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Atau sekitar 5 kilometer dari Telaga Ngebel dan dapat diakses dengan berbagai jenis kendaraan.
Objek wisata ini dikelilingi oleh pohon pinus dan menawarkan pemandangan indah Telaga Ngebel, terutama saat senja yang menakjubkan.
Destinasi ini menjadi pilihan yang tak boleh dilewatkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo, Jawa Timur.
Dari pintu masuk, pengunjung disambut dengan parkiran yang luas dan loket tiket di sebelah kiri.
Tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp 10.000 per orang, membuat pengalaman ini semakin menggiurkan.
Setelah membayar tiket, pengunjung akan memulai petualangan menuju Tirto Kencono yang terletak sekitar 4-5 KM di atas Telaga Ngebel.
Akses jalannya yang lancar membuat perjalanan semakin menyenangkan.
Wisata Ngambang Tirto Kencono menawarkan pemandangan yang memukau dengan sunset yang indah di atas Telaga Ngebel.
Pengunjung dapat menikmati keindahan alam sambil bersantai di gazebo-gazebo yang tersebar di sekitar area.
Selain itu, terdapat juga fasilitas cafe untuk menyegarkan diri dengan minuman dan makanan ringan.
Dengan kursi-kursi yang tersedia, pengunjung bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan yang menakjubkan.
Pepohonan di sekitar sungai menambah kesegaran udara di tempat ini. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat speed boat melintasi Telaga Ngebel dari kejauhan.
Bagi yang ingin mengabadikan momen, tersedia spot-spot foto yang menarik, termasuk gazebo bertingkat yang menawarkan pandangan yang lebih jelas atas Telaga Ngebel.
Di sore hari, pemandangan sunset yang mempesona semakin menambah keindahan tempat ini.
Dengan suasana yang aman dan nyaman, wisata Ngambang Tirto Kencono adalah destinasi yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.
Nikmati keindahan alam Ponorogo dan rasakan kedamaian yang tersaji di tengah gemerlapnya lampu malam hari. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan di bumi Reog Ponorogo. (herlin-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid