Jawa Pos Radar Lawu - Debat capres pada Minggu (7/1) lalu masih membekas keriuhannya. Tak hanya oleh para kandidat, namun juga para pendukungnya di akar rumput.
Ada yang pro maupun kontra terhadap kinerja Capres Prabowo Subianto sebagai menhan. Pendukung masing-masing kubu masih ngotot dan terus meramaikan debat di dunia maya.
Salah satu yang paling disorot adalah kebijakan Prabowo yang menggunakan utang luar negeri untuk membeli alutsista (alat utama sistem senjata) bekas.
Membahas soal pertahanan, tentu tak lepas dari anggaran yang digunakan untuk membeli alutsista tersebut.
Tertuang di Perpres 76/2023 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2024, disebutkan di lampiran III bahwa kemenhan disuntik anggaran Rp 139,26 triliun.
Dikutip dari JawaPos.com, anggaran tersebut secara rinci digunakan untuk pertahanan sebesar Rp 138,86 triliun dan pendidikan sebesar Rp 404,67 miliar.
Berikut rinciannya:
- Pelaksanaan tugas TNI Rp 4,041 triliun
- Profesionalisme dan kesejahteraan prajurit Rp 12,37 triliun
- Program kebijakan dan regulasi pertahanan senilai Rp 24,7 miliar
- Modernisasi alutsista, non-alutsista, dan sarpras pertahanan Rp 43 triliun
- Program pembinaan sumber daya pertahanan Rp 597,4 miliar
- Riset, industri, dan pendidikan tinggi bidang pertahanan Rp 1,6 triliun
- Program dukungan manajemen Rp 77,5 triliun
Adapun besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah dari APBN untuk Kemenhan telah diatur dalam Perpes 76/2023 sebagai dasar tata kelola anggaran pertahanan di tahun ini. (jawapos.com/naz)
Editor : Mizan Ahsani