Jawa Pos Radar Lawu - Kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi masih menjadi masalah umum yang dialami banyak orang.
Mulai dari menunda tugas kantor, membiarkan pekerjaan rumah menumpuk, hingga menunda hal penting seperti membayar tagihan, semua dapat berdampak pada menurunnya produktivitas.
Untuk mengatasi hal tersebut, muncul metode sederhana yang kini ramai diperbincangkan, yakni aturan 5 detik.
Metode ini dinilai efektif membantu seseorang segera mengambil tindakan tanpa terjebak dalam overthinking.
Apa Itu Aturan 5 Detik?
Aturan 5 detik adalah teknik sederhana yang dilakukan dengan menghitung mundur dari lima hingga satu, lalu langsung bergerak melakukan tugas yang ingin diselesaikan.
Metode ini diperkenalkan sebagai cara cepat untuk melawan kebiasaan menunda.
Menurut productivity coach dari The Order Expert®, Rashelle Isip, aturan ini dapat menciptakan rasa urgensi sehingga seseorang terdorong untuk segera menyelesaikan tugas.
“Metode ini membantu meningkatkan produktivitas karena mendorong tindakan cepat sebelum pikiran mulai mencari alasan untuk menunda,” jelasnya.
Baca Juga: Mood 12 Zodiak di Bulan Juli 2025: Semangat Membara, Cepat Emosi, Produktif, Intuisi Tajam
Cara Kerja Aturan 5 Detik
Secara psikologis, metode ini bekerja dengan melibatkan bagian otak yang bertanggung jawab terhadap pengambilan keputusan, yaitu korteks prefrontal.
Pendiri dan CEO Modern SBC, Kevin Connor, menjelaskan bahwa otak manusia secara alami cenderung menghindari hal yang terasa sulit atau tidak nyaman.
Inilah yang sering memicu kebiasaan menunda pekerjaan.
Dengan menghitung mundur, seseorang dapat:
- Mengalihkan fokus dari keraguan
- Mengurangi kecenderungan overthinking
- Memicu tindakan spontan yang produktif
“Pergeseran kecil dalam pola pikir ini cukup untuk membuat seseorang bergerak sebelum rasa ragu mengambil alih,” ujar Connor.
Manfaat Aturan 5 Detik untuk Produktivitas
Metode ini tidak hanya membantu menyelesaikan tugas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kondisi mental.
Psikolog dan Co-founder The Chelsea Psychology Clinic, Elena Touroni, menyebut aturan ini efektif memutus siklus penundaan.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Mengurangi overthinking
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Mendorong motivasi
- Mengurangi rasa bersalah akibat menunda pekerjaan
Selain itu, metode ini juga membantu seseorang keluar dari tekanan mental yang muncul akibat pekerjaan yang terus tertunda.
Baca Juga: Belajar Lebih Fokus dan Produktif dengan Teknik Pomodoro
Cara Menerapkan Aturan 5 Detik dalam Kehidupan Sehari-hari
Aturan ini sangat fleksibel dan bisa diterapkan dalam berbagai aktivitas harian. Misalnya:
- Bangun pagi tanpa menunda alarm
- Memulai pekerjaan tepat waktu
- Berolahraga setelah pulang kerja
- Menyelesaikan pekerjaan rumah seperti mencuci atau menyetrika
Rashelle Isip juga menyarankan untuk mencatat setiap keberhasilan kecil setelah menerapkan metode ini.
Hal tersebut dapat membantu menjaga konsistensi dan meningkatkan motivasi.
Tips Agar Aturan 5 Detik Berhasil
Bagi pemula, menerapkan aturan ini mungkin terasa sulit karena adanya penolakan dari dalam diri. Untuk mengatasinya, cobalah langkah berikut:
- Terapkan pada tugas kecil terlebih dahulu
- Gabungkan dengan rutinitas harian
- Fokus pada tindakan, bukan hasil
- Lakukan secara konsisten
Dengan melihat hasil nyata dari tugas-tugas kecil, motivasi untuk menerapkan aturan ini pada pekerjaan yang lebih besar akan semakin meningkat.
Baca Juga: Jangan Remehkan! Ini 5 Alasan Tidur Siang Bisa Bikin Hidup Kamu Lebih Produktif
Penting untuk Diingat
Meski efektif, aturan 5 detik bukan berarti mendorong seseorang bertindak tanpa pertimbangan.
Metode ini hanya bertujuan untuk membantu memulai pekerjaan yang sering tertunda, bukan untuk mengambil keputusan besar secara impulsif.
Dengan penerapan yang tepat, aturan 5 detik dapat menjadi solusi sederhana namun ampuh untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani