Jawa Pos Radar Lawu - Siapa sangka, doa sederhana di bulan Ramadhan bisa menjadi titik awal perjalanan besar seorang perempuan tangguh.
Inilah kisah Sari, sosok di balik Buket Balon Cibinong.
Dia membuktikan bahwa keberanian memulai, kreativitas, dan ketekunan mampu mengubah modal kecil menjadi bisnis dengan omzet ratusan juta rupiah setiap bulan.
Berawal dari Doa dan Kondisi yang Serba Terbatas
Pada Ramadhan 2020, Sari yang sedang merantau dan menghadapi kondisi keluarga sulit karena ibunya sakit, memanjatkan doa agar diberi tambahan rezeki untuk membantu orang tua.
Tak disangka, jawaban datang dari arah yang tidak terduga, bisnis buket balon.
Saat itu, sepupunya yang lebih dulu terjun di usaha serupa meminta bantuan modal dengan sistem bagi hasil.
Ia menyampaikan bahwa di wilayah Cibinong belum banyak pelaku usaha buket balon kreatif, padahal tren hampers sedang meningkat selama pandemi. Berbekal modal Rp400.000, keduanya mulai melangkah.
“Waktu itu saya berpikir, kenapa tidak dicoba saja. Saya ingin bantu keluarga, dan siapa tahu dari sini bisa berkembang.”
Belajar dari Seniman Rusia dan Menemukan Ciri Khas Sendiri
Tantangan besar muncul pada sisi kreativitas desain.
Untuk mengembangkan keterampilan, Sari dan sepupunya mengikuti kursus online dari seorang seniman balon asal Rusia.
Menurut Sari, metode pembelajarannya lebih detail dan terbuka, sehingga mereka memahami teknik balon twist secara profesional.
Kini, buah kerja keras itu terlihat jelas.
Buket Balon Cibinong menawarkan kreasi unik, mulai dari rangkaian bunga segar, artificial, hingga balon twist berbentuk wajah manusia yang sering viral dan laris untuk acara wisuda, ulang tahun, maupun peluncuran produk artis.
Harga produk bervariasi dari Rp75.000 hingga Rp2.000.000, sementara balon wajah dijual Rp300.000–Rp500.000 per buah.
Pada periode tertentu, terutama menjelang Idul Fitri, omzet bulanan bisa mencapai Rp200–Rp400 juta.
Bisnis yang Berpegang pada Nilai dan Prinsip
Di balik keberhasilannya, Sari tetap mempertahankan nilai moral dalam menjalankan usaha.
Ia menolak membuat buket rokok atau produk sejenis karena ingin menjaga identitas bisnis yang ramah untuk keluarga dan anak-anak.
“Kami ingin bisnis ini punya nilai positif. Menolak pesanan yang tidak sesuai prinsip justru membuat kami punya identitas yang kuat.”
Pemasaran Digital dan Layanan Penuh Perhatian
Instagram menjadi platform utama Buket Balon Cibinong dalam melakukan promosi.
Untuk menjaga kualitas, pengiriman dilakukan menggunakan kurir internal agar produk sampai dalam kondisi terbaik.
Bagi Sari, kepuasan pelanggan adalah wujud rasa syukur atas rezeki yang ia terima.
Rencana Besar untuk Pengembangan Usaha
Melihat perkembangan pesat, Sari berencana mendaftarkan bisnisnya menjadi badan hukum berbentuk CV agar lebih tertata dan profesional.
Ia juga ingin meningkatkan keterampilan tim, membuka lapangan pekerjaan baru, serta terus menghadirkan inovasi kreatif.
“Selama kita punya niat baik dan tidak takut belajar, sekecil apa pun langkah kita hari ini bisa jadi jalan besar di masa depan.”
Pelajaran Berharga dari Kisah Sari
Perjalanan Buket Balon Cibinong bukan hanya tentang kesuksesan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana doa yang tulus diwujudkan melalui usaha dan keteguhan hati.
Dari modal kecil, keberanian, serta niat baik, Sari membuktikan bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diwujudkan.
Dari doa kecil lahirlah rezeki besar.
Dari kesederhanaan, tumbuh inspirasi yang penuh makna. (fin)
Editor : AA Arsyadani