Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dari Depok Tembus Eropa dan Asia! Hentoro Jaket Kulit Buktikan Produk Lokal Bisa Mendunia Berkat Kualitas Premium yang Tak Terbantahkan

Sukma Maharani Putri • Senin, 10 November 2025 | 16:35 WIB

 

Hentoro Jaket Kulit dari Depok sukses menembus pasar Eropa dan Asia berkat kualitas premium yang diakui dunia.
Hentoro Jaket Kulit dari Depok sukses menembus pasar Eropa dan Asia berkat kualitas premium yang diakui dunia.

Jawa Pos Radar Lawu - Hentoro Jaket Kulit, UMKM asal Depok yang berdiri sejak 2003, membuktikan bahwa kualitas adalah kunci utama untuk menembus pasar global.

Usaha yang dirintis oleh Jumantoro ini awalnya memproduksi berbagai aksesori kulit seperti tas, sabuk, hingga dompet.

Namun, fokus bisnis kemudian mengerucut pada jaket kulit premium yang kini dikenal hingga luar negeri.

“Waktu 2005, kami pernah dapat pesanan 8.000 jaket sintetis dari Honda Bintang Motor. Dari situ saya makin yakin kalau bisnis ini punya potensi besar,” tutur Jumantoro.

Awal Ekspor ke Belanda, Jepang, Korea, dan Malaysia

Kesempatan menembus pasar internasional hadir setelah Hentoro Jaket Kulit rutin mengikuti berbagai pameran UMKM mulai 2008, seperti Jakarta Fair dan event ulang tahun Jakarta.

Dari komunitas UMKM Depok, nama Hentoro mulai direkomendasikan ke pembeli asing.

“Saya sebenarnya ekspor secara tidak langsung. Jadi pembeli luar negeri datang langsung ke tempat saya, lalu membawa produknya ke Belanda, Korea, Jepang, atau Malaysia,” jelasnya.

Menariknya, ia tetap menjual produknya dengan harga lokal.

“Mereka malah bilang, harga saya terlalu murah untuk kualitas sebagus ini,” tambahnya sambil tersenyum.

Komitmen Kualitas: 70–80% Kulit Asli Premium

Kualitas menjadi pondasi utama yang membuat Hentoro Jaket Kulit diincar banyak pelanggan, baik lokal maupun internasional.

“Bahan baku kami 70–80% kulit asli—baik dari kambing, sapi, bison, maupun kangguru. Untuk ritsleting, kami pakai YKK, dan furingnya selalu bahan adem,” ujarnya.

Dalam sebulan, Hentoro dapat menjual 15–20 jaket kulit. Jumantoro juga menyediakan layanan tambahan seperti reparasi, perawatan, serta custom ukuran yang mengikuti permintaan konsumen.

Jatuh Bangun: Menutup 4 Cabang dan Bertahan di Margonda

Pandemi Covid-19 menjadi masa paling berat bagi usaha ini.

Empat cabang Hentoro di Jakarta dan Depok harus ditutup, menyisakan satu toko utama di Margonda.

Selain itu, ia sempat kesulitan mengajukan modal karena terhalang BI Checking.

“Saya sempat ingin ajukan pinjaman, tapi gagal karena dulu pernah beli motor untuk operasional karyawan, eh malah dibawa kabur. Jadinya kena BI Checking,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap bertahan dengan mengutamakan kualitas produk dan kepercayaan pelanggan.

Harapan untuk UMKM: Literasi Digital dan Akses Permodalan

Jumantoro berharap pemerintah dapat memberikan pendampingan digital marketing dan kemudahan permodalan yang lebih ramah UMKM agar pelaku usaha kecil dapat tumbuh lebih cepat.

“Yang penting itu tepat waktu, jujur sama pelanggan, dan jaga kualitas. Kalau itu sudah dilakukan, pembeli gak akan pergi ke tempat lain,” tegasnya.

Produk Lokal yang Mendunia

Kisah Hentoro Jaket Kulit menjadi bukti bahwa produk lokal mampu bersaing secara global tanpa harus mengubah prinsip dasar: kualitas, integritas, dan ketepatan waktu. “Kualitas itu bahasa universal. Kalau kita berikan yang terbaik, dunia akan datang mencari,” ujar Jumantoro. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#umkm indonesia #umkm #jaket kulit