Jawa Pos Radar Lawu - Demak sejak lama dikenal sebagai Kota Wali, karena menjadi pusat dakwah para Wali Songo dan menyimpan banyak peninggalan sejarah Islam.
Bukan hanya Masjid Agung Demak yang legendaris, tetapi juga berbagai makam tokoh penting serta situs bersejarah yang kini menjadi destinasi wisata religi.
Berikut 10 objek wisata religi di Demak yang sarat sejarah, budaya, sekaligus bisa memperkuat spiritualitas.
1. Makam Raja-Raja Demak
Berlokasi di Kauman, Bintoro, Kecamatan Demak, kompleks ini menjadi tempat peristirahatan para raja besar seperti Raden Patah, Raden Pati Unus, dan Raden Trenggono.
Nilai sejarahnya yang tinggi membuat lokasi ini kerap menjadi tujuan utama para peziarah.
Suasana religius yang tenang juga menjadikannya tempat merenung sekaligus berdoa.
2. Makam Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga dikenal dengan metode dakwah yang memadukan seni, budaya, dan kearifan lokal.
Makamnya terletak di Kadilangu dan selalu ramai saat tradisi Penjamasan Rompi Ontokusumo, Prosesi Ancakan, serta Ruwatan yang digelar pada bulan Rajab, Syaban, dan Syawal.
Ribuan peziarah datang untuk mengikuti prosesi ini setiap tahunnya.
3. Masjid Agung Demak
Didirikan abad ke-15 oleh Sultan Raden Fatah bersama Wali Songo, masjid ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia.
Atap joglo limasan bertingkat tiga melambangkan iman, Islam, dan ihsan.
Ikon lainnya adalah Pintu Bledeg dengan ukiran naga karya Ki Ageng Selo.
Masjid ini menjadi pusat ibadah sekaligus wisata sejarah yang wajib dikunjungi.
4. Makam Mbah Panji Kusumo
Terletak di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, beliau diyakini sebagai pendiri desa tersebut.
Tradisi Haul Panji Kusuman disertai Syawalan dan Kirab Budaya setiap tahun menjadi daya tarik religi sekaligus budaya yang mempererat kebersamaan warga.
5. Makam Syekh Mudzakir
Keunikan makam di Desa Bedono, Kecamatan Sayung ini terletak pada lokasinya yang berada di pesisir, sering dikelilingi air laut, namun pusara tetap kering.
Untuk menuju ke sana, pengunjung menempuh jalan setapak sekitar 700 meter yang diapit laut di kanan dan kiri, menghadirkan pengalaman ziarah yang unik.
6. Museum Masjid Agung Demak
Berlokasi satu kompleks dengan Masjid Agung, museum ini menyimpan benda-benda bersejarah, mulai dari soko guru asli buatan Wali Songo, Pintu Petir karya Ki Ageng Selo, hingga gentong Putri Campa.
Tempat ini memberi wawasan berharga tentang sejarah perkembangan Islam di Jawa.
7. Makam Sultan Raden Fatah
Sebagai pendiri Kesultanan Demak, Sultan Raden Fatah dikenang sebagai pemimpin visioner yang menjadikan Demak kerajaan Islam terbesar di Jawa.
Makamnya selalu ramai peziarah yang datang untuk mendoakan dan mengenang jasa beliau dalam penyebaran Islam.
8. Makam Mbah Jago
Berlokasi di Desa Wringin Jajar, Kecamatan Mranggen, makam ini menjadi tempat peristirahatan Mbah Sodiq atau Mbah Jago.
Meski kurang populer, ia diyakini masih keturunan Ki Ageng Pandanaran II dan menyimpan nilai sejarah Islam yang penting.
9. Makam Mbah Hadi Girikusumo
Terletak di kompleks Makam Kasepuhan Girikusumo, Kecamatan Mranggen, beliau adalah ulama yang masih memiliki garis keturunan Sunan Pandanaran I.
Makam ini selalu ramai peziarah dan menyimpan kisah religius yang kental.
10. Makam Mbah Ibrohim Brumbung
Cucu dari Sunan Terboyo ini dikenal sebagai ulama alim yang pernah menimba ilmu tarekat di Makkah pada Syekh Abdul Karim Al-Bantani.
Makamnya hingga kini menjadi pusat ziarah masyarakat di Desa Brumbung, Demak. (fin)
Editor : AA Arsyadani