Jawa Pos Radar Lawu – Nadin Amizah lewat media sosial pribadinya mengungkap kekecewaannya terhadap rumah produksi film SinemArt.
Hal ini adalah buntut dari penggunaan salah satu lirik lagunya yang dijadikan judul film oleh pihak rumah produksi berjudul ‘Bertaut Rindu : Semua Impian Berhak Dirayakan’.
Melalui unggahannya di media sosial, Nadin menyebutkan bahwa tidak pernah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak untuk menggunakan lagu miliknya sebagai judul utama film.
Selasa (29/07/2025) Nadin melalui akun Instagram pribadinya @cakecaine membagikan tangkapan layar dengan ibunya sekaligus manager pribadinya terkait permohonan izin dari PH SinemArt.
Dalam percakapan yang dibagikan ini, terlihat Nadin yang menerima permintaan izin dari SinemArt untuk penggunaan lagu ‘Bertaut’ beserta penggalan lirik lagu nya ‘Seperti Detak Jantung yang Bertaut’.
Sayangnya, Nadin menolak untuk memberikan izin kepada SinemArt untuk digunakan dalam film adaptasi dari buku Bertaut Rindu karya Tian Topandi ini.
Penulis dan penyanyi lagu ‘Bertaut’ ini kemudian membagikan screenshot yang berisi ungkapan tidak terimanya atas penggunaan lagu ‘Bertaut’ pada April 2024 yang lalu.
Pihak SinemArt juga terlihat membantah dan berjanji akan segera menghapus konten terkait.
"Tapi tolong dijelasin dulu sekali lagi bahwa Nadin gak ada niatan untuk pakai lagu 'Bertaut' atau mengizinkan penggunaan judul maupun lagu bertaut ya," tulis Nadin dalam salah satu tangkapan layar yang dibagikan.
Usut punya usut, setelah setahun berlalu Nadin justru harus menelan kekecewaan kembali setelah akhir Juli 2025 ini dirinya mendengar tagline "Semua impian berhak dirayakan" yang mirip judul lagunya, "Semua Aku Dirayakan" digunakan pada salah satu film garapan SinemArt dengan judul ‘Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan’
Rabu (30/7/2025), unggahan Nadin di akun Instagram pribadinya kembali membuat netizen naik pitam.
Nadin mengungkap bahwa dirinya mendapat ancaman yang akan menuntut dirinya dari pihak yang merasa dirugikan.
"Denger-denger ada yang mau menuntut saya karena merasa dirugikan," tulis Nadin Amizah dalam unggahan story-nya di Instagram.
Atas huru-hara yang terjadi di media sosial ini, Nadin melanjutkan percakapannya dengan Tian Topandi selaku penulis buku ‘Bertaut Rindu’.
Sayangnya, Tian sendiri mengaku tidak tahu menahu mengenai perubahan judul maupun penolakan dirinya terhadap penggunaan lagu ‘Bertaut’.
"Setelah berdiskusi dan cross-check data, kesimpulan ini datang:
bahwa Kak Tian selaku empunya buku hanya membuat karya dan mengganti judul buku tanpa terafiliasi akan keputusan-Keputusan yang berhubungan dengan penggunaan 3 elemen yang berkesinambungan di film tersebut," tulis nadin dalam unggahannya yang berisi percakapan dirinya dengan Tian.
Nadin Amizah sendiri mengakui bahwa dirinya tidak memiliki hak cipta atas kata ‘Bertaut’ maupun ‘Semua Dirayakan’, namun dirinya tetap merasa kecewa atas kejadian ini.
"Aku enggak punya hak cipta atas kata 'bertaut' maupun 'semua dirayakan'.
Tapi menurutku bahkan tanpa pedoman legal pun, respect tetap pantas diberikan pada satu sama lain," ungkap Nadin.
Alasan lain dirinya enggan mengizinkan lagunya dijadikan judul film karena lagu ini adalah lagu yang dibuat dirinya khusu untuk sang ibu.
Dirinya mengakui tidak ingin lagu spesial untuk ibunya ini diadaptasi menjadi film dengan genre romantis.
‘Bertaut’ sendiri merupakan salah satu lagu miliknya yang mengantarkan dirinya ke tangga kesuksesan di dunia musik tanah air. (*)
Editor : Riana M.