Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Siapa Ryo Tatsuki? Komikus Ramal Tsunami Jepang 5 Juli 2025, Fakta atau Hoaks yang Bikin Wisata Rugi Triliunan

Nur Wachid • Sabtu, 5 Juli 2025 | 01:31 WIB

Ryo Tatsuki ramal tsunami besar melanda Jepang.
Ryo Tatsuki ramal tsunami besar melanda Jepang.

Jawa Pos Radar Lawu – Siapa sebenarnya Ryo Tatsuki dan bagaiamana ramalan tsunami Jepang? Nama komikus asal Jepang ini tiba-tiba jadi buah bibir global jelang tanggal 5 Juli 2025.

Ryo Tatsuki dikenal sebagai seniman manga sekaligus peramal yang disebut-sebut sebagai "Baba Vanga-nya Jepang" karena kemampuannya meramalkan peristiwa besar lewat komik.

Ketenaran Tatsuki melonjak setelah manga miliknya Watashi ga Mita Mirai (Masa Depan yang Kulihat), yang terbit tahun 1999, meramalkan secara akurat bencana gempa dan tsunami Tohoku pada 11 Maret 2011.

Kini, dalam cetakan ulang tahun 2021, komik tersebut kembali menyita perhatian karena menggambarkan sebuah bencana tsunami besar yang diramalkan terjadi pada 5 Juli 2025.

Dalam panel yang mengguncang publik, manga itu menggambarkan retakan dasar laut di Samudra Pasifik yang memicu gelombang raksasa menghantam Jepang bagian barat daya.

Meski tanpa dasar ilmiah, ilustrasi ini menciptakan efek domino di masyarakat: dari kekhawatiran warga hingga anjloknya pemesanan wisata.

Pemerintah Jepang langsung merespons. Badan Meteorologi Jepang menegaskan bahwa tak ada bukti ilmiah gempa dan tsunami bisa diprediksi dengan tanggal pasti.

“Tidak ada cara, dengan sains saat ini, untuk mengetahui kapan dan di mana gempa akan terjadi,” tegas Prof. Sekiya Naoya dari Universitas Tokyo dalam wawancaranya di NHK.

Tak hanya pakar gempa, akademisi di bidang mitigasi bencana juga angkat bicara.

Prof. Kimiro Meguro mengingatkan bahwa ketakutan massal yang disebabkan fiksi justru bisa menciptakan masalah nyata.

“Rumor seperti ini hanya menimbulkan kecemasan yang membahayakan,” katanya.

Meski demikian, dampaknya sudah terasa. Maskapai Greater Bay Airlines dari Hong Kong melaporkan penurunan pemesanan hingga 30 persen.

Prefektur Tottori di Jepang barat daya bahkan mengalami penurunan kunjungan dari Hong Kong sebesar 50 persen.

Gubernur Tottori, Shinji Hirai, mengaku prihatin, “Minat datang ke Jepang mulai memudar, dan itu nyata.”

Beberapa otoritas di Jepang juga menyayangkan penyebaran ramalan yang dianggap tidak bertanggung jawab.

Gubernur Miyagi, Yoshihiro Murai, menyebut fenomena ini sebagai masalah besar karena merugikan industri pariwisata.

Gubernur Tokushima, Masazumi Gotoda, menambahkan, “Gempa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja, bukan berdasarkan komik.”

Di tengah kecemasan yang semakin viral, media sosial memainkan peran ganda.

Hashtag #TsunamiJepang2025 dan #5Juli2025 sempat trending, mencampur antara rasa takut, skeptisisme, dan bahkan candaan.

Seorang ahli feng shui dari Hong Kong turut menyiramkan bensin ke api, dengan prediksi bencana besar antara Juni hingga Agustus.

Menurut ekonom Takahide Kiuchi dari Nomura Research Institute, Jepang bisa kehilangan hingga 560 miliar yen atau sekitar 3,9 miliar dolar AS akibat gangguan ini.

Baca Juga: Tanpa Ribet, Ini 7 Vacuum Cleaner Paling Dicari Tahun 2025

Sementara Bloomberg lewat analis Gearoid Reidy mengingatkan pentingnya kesiapan, bukan karena manga, tetapi karena Jepang memang berada di zona rawan bencana.

“Yang pasti bukan soal apakah bencana akan terjadi, tapi kapan,” tulisnya.

Ryo Tatsuki sendiri masih misterius. Tidak banyak informasi personal yang bisa diakses publik. Namun, karya-karyanya—yang berdasarkan "visi mimpi"—telah menjadi bahan diskusi luas lintas generasi.

Apa pun yang terjadi pada 5 Juli 2025, satu hal jelas: masyarakat dan pemerintah harus bisa memilah mana prediksi fiksi dan mana fakta ilmiah.

Dalam era digital, informasi fiktif sekalipun bisa menimbulkan kepanikan nyata. Dan seperti kata pakar: yang perlu dipersiapkan bukan ramalan, tapi mitigasi. (kid)

 

 

 

Editor : Nur Wachid
#Ryo Tatsuki #baba vanga #KOMIKUS #ramalan #tsunami jepang #gempa #jepang