Jawa Pos Radar Lawu – Busi adalah komponen kecil yang sering luput dari perhatian, padahal fungsinya sangat vital bagi performa motor.
Tanpa busi, mesin tidak akan menyala karena tidak ada percikan api untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar.
Nah, belakangan ini, busi iridium jadi perbincangan hangat di kalangan bikers.
Banyak yang bilang busi ini lebih awet, lebih kuat, dan bikin motor lebih irit bahan bakar. Tapi, benarkah lebih baik dari busi biasa?
Apa Itu Busi?
Secara teknis, busi (spark plug) bertugas menciptakan percikan api listrik yang menyalakan pembakaran dalam mesin.
Percikan itu sangat penting agar tenaga dari mesin bisa dihasilkan secara optimal.
Tanpa busi yang prima, motor bisa brebet, susah nyala, atau boros bensin. Jadi, jangan anggap remeh komponen kecil ini ya!
Busi Biasa: Solusi Murah yang Cukup untuk Kebutuhan Harian
Busi biasa umumnya terbuat dari tembaga dan menggunakan elektroda dari nikel. Ini adalah tipe busi standar yang paling banyak digunakan oleh motor keluaran pabrikan.
Kelebihan busi biasa:
Harga relatif murah dan mudah didapat di bengkel mana saja.
Cocok untuk pemakaian harian, seperti pergi ke kantor, pasar, atau antar-jemput anak sekolah.
Tidak membutuhkan perawatan rumit.
Namun, kekurangannya juga perlu dipertimbangkan:
Umur pakai pendek, biasanya hanya 5.000–10.000 km.
Elektroda lebih cepat aus, apalagi jika motor sering dipacu dengan kecepatan tinggi atau untuk perjalanan jauh.
Efisiensi pembakaran tidak sebaik busi iridium, sehingga konsumsi BBM bisa sedikit lebih boros.
Busi Iridium: Lebih Mahal, Tapi Tahan Lama dan Responsif
Berbeda dari busi biasa, busi iridium menggunakan bahan logam mulia bernama iridium yang lebih tahan panas dan aus.
Elektrodanya lebih kecil dan presisi, sehingga menghasilkan percikan api yang lebih kuat dan stabil.
Kelebihan busi iridium:
Umur pakai lebih panjang, bisa mencapai 20.000 hingga 30.000 km atau bahkan lebih.
Mesin lebih mudah dinyalakan, responsif, dan menghasilkan pembakaran lebih sempurna.
Bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin, terutama untuk motor injeksi atau motor yang sudah dimodifikasi.
Namun, busi ini juga punya kekurangan:
Harga jauh lebih mahal dibanding busi biasa, bisa 2–5 kali lipat.
Kurang optimal jika dipasang pada motor standar dengan kebutuhan ringan dan tidak terlalu sering dipakai jauh.
Mana yang Harus Dipilih? Ini Jawabannya
Pemilihan busi sebaiknya disesuaikan dengan gaya berkendara dan jenis motor. Jika motor kamu hanya digunakan untuk aktivitas ringan harian seperti ke pasar, ke kantor, atau antar anak sekolah, busi biasa sudah sangat mencukupi.
Namun, jika kamu gemar touring, sering bepergian jauh, atau menggunakan motor modifikasi yang menuntut performa tinggi, busi iridium layak dipertimbangkan.
Tips Merawat Busi agar Motor Tetap Prima
Periksa kondisi busi setiap kali servis rutin di bengkel.
Jangan tunggu motor susah dinyalakan atau brebet baru ganti busi.
Gunakan busi yang sesuai dengan spesifikasi mesin motor kamu.
Konsultasikan dengan mekanik terpercaya jika ingin beralih ke busi iridium. (tom/kid)
Editor : Nur Wachid