Jawa Pos Radar Lawu - Meski sama-sama berasal dari keluarga Yamaha, Mio Sporty dan Mio Soul ternyata memiliki nasib yang jauh berbeda di pasaran motor bekas dan dunia modifikasi.
Di tahun 2025, Mio Sporty justru jadi primadona, baik di kalangan kolektor maupun anak muda pecinta modifikasi.
Sementara Mio Soul kalah pamor, meski secara tampilan terlihat lebih besar dan futuristik.
Desain ramping dan minimalis membuat Mio Sporty sangat fleksibel untuk berbagai konsep modifikasi, mulai dari thailook, proper matic, ceper, hingga racing harian.
Bodinya yang mungil juga memudahkan proses penggantian part atau bongkar pasang aksesori.
Sebaliknya, Mio Soul hadir dengan bodi besar dan kaku, yang membuatnya kurang ideal untuk gaya modifikasi populer saat ini.
Anak muda zaman sekarang butuh motor yang gampang dibentuk sesuai karakter dan Mio Sporty menjawab itu dengan sempurna.
2. Bobot Lebih Ringan, Tarikan Lebih Responsif
Salah satu alasan teknis kenapa Mio Sporty lebih disukai adalah karena bobotnya yang lebih ringan.
Hal ini membuat motor lebih responsif, gesit di kemacetan, dan nyaman untuk berkendara harian.
Sementara itu, Mio Soul cenderung berat dan kurang lincah, membuatnya kalah dalam hal akselerasi dan kelincahan, terutama untuk pemakaian di jalan sempit atau lalu lintas padat.
3. Biaya Modifikasi Lebih Murah, Suku Cadang Melimpah
Pasar onderdil Mio Sporty sangat luas dan terjangkau. Banyak bengkel spesialis yang fokus pada varian ini, serta komunitas pengguna yang aktif.
Dari CVT racing, bodi variasi, hingga stiker dan aksesori, semuanya mudah didapat dan ramah di kantong.
Unit Mio Sporty bekas, apalagi yang orisinil dan mulus, kini bisa tembus harga belasan hingga puluhan juta rupiah.
Bahkan ada yang mencapai Rp 30–35 juta, terutama jika sudah direstorasi dengan baik. Hal ini menjadikannya sebagai motor koleksi bernilai tinggi.
Mio Sporty telah menjadi ikon gaya hidup dan budaya modifikasi, khususnya bagi generasi milenial.
Motor ini bukan cuma alat transportasi, tapi juga sarana ekspresi diri. Tak heran jika komunitas Mio Sporty terus berkembang di berbagai daerah dan sering menggelar ajang kumpul modifikasi.
Mio Soul belum mampu menembus segmentasi ini secara kuat karena lebih dikenal sebagai motor harian biasa ketimbang simbol kultur modifikasi.
Mio Sporty Tetap Jadi Raja di Segmen Motor Matic Lawas
Desain yang fleksibel, bobot ringan, modifikasi murah, dan harga jual stabil membuat Mio Sporty lebih unggul dari Mio Soul.
Meskipun boros dibanding motor matic baru, Mio Sporty tetap lebih digemari karena daya tarik emosional dan fungsionalnya yang kuat. (cor)
Editor : Andi Chorniawan