CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Hari senin kemarin, warga Desa G dihantam banjir bandang luapan air sungai yang membelah desa mereka.
Seekor ular besar menampakkan diri. Mereka mengaitkan banjir bandang ini akibat pembongkaran jembatan Haji Endang.
Haji Endang, Tokoh Masyarakat yang Dihormati dan Terpandang
Desa G terkenal dengan produksi susu sapi segar yang melimpah.
Hampir setiap rumah minimal punya satu sapi perah.
Ada yang sampai punya peternakan besar. Selain rumput yang melimpah, pakan ternak tambahan yang mereka butuhkan selalu tersedia.
Pak Haji Endang lah orang yang ada di balik suplai pakan ternak warga.
Selain terkenal sebagai bos pakan ternak, Nama Haji Endang dihormati dan terpandang karena beberapa hal:
Membangun jembatan untuk warga
Merenovasi masjid di dusunnya
Menurut S (50) kepala Desa G, penggusuran Jembatan Haji Endang bukan tanpa alasan.
Ia pun mengaku sudah melaksakan rapat dengan berbagai elemen desa dan perwakilan masyrakat.
“Jembatan yang dibangun Haji Endang tidak memenuhi syarat pembangunan. Karena dianggap berbahaya, kami berniat menggusur lalu menggantinya dengan jembatan baru. Langkah ini bukan berarti kami tidak menghargai kebaikan Haji Endang.”
Kualat Kepada Haji Endang
Di sisi lain, warga menganggap banjir bandang yang menimpa mereka kemarin senin terjadi gara-gara pemerintah Desa G kualat ke Haji Endang.
Manfaat yang dirasakan warga karena keberadaan jembatan Haji Endang:
Kendaraan roda 4 atau lebih bisa melintas; Sebelum ada jembatan Haji Endang mereka harus memutar 2 kali lipat jauhnya.
Warga jadi lebih cepat pergi ke luar desa
Stok makanan ternak tambahan lebih mudah didapatkan karena gudang Haji Endang ada di ujung jembatan.
Setelah jembatan Haji Endang resmi dibongkar, warga merasa kesusahan.
“Iya itu kualat sama Pak Haji Endang. Mereka (pemerintah desa) nggak tahu diri. Sudah ditolong jembatan Pak Haji Endang belasan tahun bukannya dapat penghargaan atau ganti rugi. Eh sekarang jembatannya malah dibongkar. Makanya sampai ada penampakan ular besar,” ucap Rudi (35) salah satu warga.
Banjir Bandang yang Terjadi Karena Luapan Air dari Hulu Sungai
Pemerintah Desa G memberikan tanggapan terkait isu yang beredar di masyarakat. Menurut mereka, banjir bandang dan ular besar yang hanyut dikarenakan beberapa hal antara lain:
Banjir di hulu sungai
Longsor yang membuat volume air bercampur tanah
Sampah yang menumpuk di bawah jembatan Haji Endang. (*)
Editor : Nur Wachid