Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jembatan Milik Pak Haji Endang Dibongkar, Sebuah Desa Di Magetan Dihantam Banjir Bandang, Cerita Misteri Ular Raksasa

Saestu Saget • Minggu, 11 Mei 2025 | 00:15 WIB
Cerita misteri ular raksasa di Magetan.
Cerita misteri ular raksasa di Magetan.

CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Hari senin kemarin, warga Desa G dihantam banjir bandang luapan air sungai yang membelah desa mereka.

Seekor ular besar menampakkan diri. Mereka mengaitkan banjir bandang ini akibat pembongkaran jembatan Haji Endang.

Haji Endang, Tokoh Masyarakat yang Dihormati dan Terpandang

Desa G terkenal dengan produksi susu sapi segar yang melimpah.

Hampir setiap rumah minimal punya satu sapi perah.

Ada yang sampai punya peternakan besar. Selain rumput yang melimpah, pakan ternak tambahan yang mereka butuhkan selalu tersedia.

Pak Haji Endang lah orang yang ada di balik suplai pakan ternak warga.

Selain terkenal sebagai bos pakan ternak, Nama Haji Endang dihormati dan terpandang karena beberapa hal:

Membangun jembatan untuk warga 

Merenovasi masjid di dusunnya

Menurut S (50) kepala Desa G, penggusuran Jembatan Haji Endang bukan tanpa alasan.

Ia pun mengaku sudah melaksakan rapat dengan berbagai elemen desa dan perwakilan masyrakat.

“Jembatan yang dibangun Haji Endang tidak memenuhi syarat pembangunan. Karena dianggap berbahaya, kami berniat menggusur lalu menggantinya dengan jembatan baru. Langkah ini bukan berarti kami tidak menghargai kebaikan Haji Endang.”

Kualat Kepada Haji Endang

Di sisi lain, warga menganggap banjir bandang yang menimpa mereka kemarin senin terjadi gara-gara pemerintah Desa G kualat ke Haji Endang.

Manfaat yang dirasakan warga karena keberadaan jembatan Haji Endang:

Kendaraan roda 4 atau lebih bisa melintas; Sebelum ada jembatan Haji Endang mereka harus memutar 2 kali lipat jauhnya.

Warga jadi lebih cepat pergi ke luar desa

Stok makanan ternak tambahan lebih mudah didapatkan karena gudang Haji Endang ada di ujung jembatan.

Setelah jembatan Haji Endang resmi dibongkar, warga merasa kesusahan.

“Iya itu kualat sama Pak Haji Endang. Mereka (pemerintah desa) nggak tahu diri. Sudah ditolong jembatan Pak Haji Endang belasan tahun bukannya dapat penghargaan atau ganti rugi. Eh sekarang jembatannya malah dibongkar. Makanya sampai ada penampakan ular besar,” ucap Rudi (35) salah satu warga.

Banjir Bandang yang Terjadi Karena Luapan Air dari Hulu Sungai

Pemerintah Desa G memberikan tanggapan terkait isu yang beredar di masyarakat. Menurut mereka, banjir bandang dan ular besar yang hanyut dikarenakan beberapa hal antara lain:

Banjir di hulu sungai

Longsor yang membuat volume air bercampur tanah

Sampah yang menumpuk di bawah jembatan Haji Endang. (*)

Editor : Nur Wachid
#magetan #gunung lawu #cerita misteri