Jawa Pos Radar Lawu - Bagi penggemar motor klasik, istilah mesin OHV (Overhead Valve) bukan hal asing.
Sistem ini menjadi ciri khas motor lawas sejak era 1930-an, dan masih dipertahankan hingga dekade 2000-an oleh sejumlah produsen seperti Royal Enfield, Honda, hingga Harley-Davidson.
Mesin OHV dikenal dengan konstruksi sederhana, torsi kuat di putaran rendah, dan perawatan yang mudah—cocok untuk motor yang mengandalkan keandalan dan gaya berkendara santai.
Namun seiring waktu, sistem ini mulai tergantikan oleh teknologi yang lebih modern: mesin OHC (Overhead Camshaft).
Untuk memahami bagaimana dua sistem ini berkembang dan bersaing, penting mengetahui perbedaan mendasarnya.
Mesin OHV meletakkan camshaft di dalam blok mesin, dengan pushrod dan rocker arm untuk menggerakkan katup.
Sebaliknya, OHC menempatkan camshaft langsung di atas kepala silinder, menghasilkan gerakan katup yang lebih presisi dan cocok untuk putaran tinggi.
Kedua sistem ini punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing, serta pengaruh besar terhadap karakter mesin, performa, dan rasa berkendara.
Menurut Wikipedia, mesin OHV banyak digunakan pada motor klasik karena desainnya yang ringkas, murah diproduksi, dan tahan banting.
Inilah alasan mengapa model-model seperti Royal Enfield Bullet 350 versi cast iron dan Honda C70 tetap setia menggunakan sistem ini.
Di sisi lain, artikel dari Cycle World menjelaskan bahwa OHC memungkinkan pengembangan mesin berperforma tinggi dengan konfigurasi katup yang lebih efisien dan saluran udara yang lebih optimal.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Varian Body Wash dari Grace and Glow, Apa Saja Manfaatnya?
Mesin OHV lebih unggul dalam menghasilkan torsi besar di putaran rendah, cocok untuk motor cruiser dan penggunaan harian dengan gaya santai.
Tapi untuk kecepatan, respons gas, dan efisiensi bahan bakar, mesin OHC jauh lebih maju.
Itulah mengapa motor-motor sport dan naked bike modern kini nyaris seluruhnya mengandalkan OHC, bahkan versi DOHC untuk performa maksimal.
Kesimpulannya, mesin OHV adalah warisan penting dunia otomotif yang membentuk identitas motor klasik.
Meski secara teknologi sudah kalah modern, mesin ini tetap dicari karena daya tahannya dan sensasi berkendaranya yang khas.
Bagi para kolektor atau pecinta klasik, OHV bukan sekadar sistem mesin—tapi juga simbol era keemasan roda dua.
Editor : Nur Wachid