Jawa Pos Radar Lawu — Di tengah terus bergantinya tren di media sosial, satu efek visual tetap bertahan sebagai favorit para kreator konten: velocity.
Meski sudah mulai populer sejak awal tahun 2023, hingga kini efek velocity masih menjadi andalan dalam membuat video yang emosional, sinematik, dan memikat secara visual.
Efek velocity sendiri adalah teknik editing video yang memperlambat dan mempercepat gerakan objek secara bergantian mengikuti irama musik.
Efek ini memberikan kesan dramatis, membuat video terlihat lebih dalam, bahkan ketika kontennya sederhana.
Tak heran jika penggunaannya terus berulang dan selalu berhasil menciptakan tren baru.
Salah satu alasan utama efek ini masih eksis adalah kemampuannya menghidupkan kembali lagu-lagu lama.
Seperti yang terjadi baru-baru ini ketika video Duta Sheila On 7 viral karena memakai velocity dengan lagu “Bila Kau Tak Disampingku.”
Kombinasi ekspresi tulus Duta, potongan visual yang halus, dan sentuhan velocity membuat video tersebut menyentuh banyak orang—dan akhirnya menumbuhkan kembali kecintaan publik pada lagu tersebut.
Selain itu, efek ini memberi ruang bagi siapapun untuk berekspresi.
Bahkan video yang diambil dengan kamera HP pun bisa tampak sinematik hanya dengan pengeditan yang tepat.
Ini membuat tren velocity sangat inklusif, dan bisa dinikmati oleh semua kalangan, dari pemula hingga kreator profesional.
Lagu-Lagu yang Cocok untuk Velocity
Tidak semua lagu cocok untuk efek velocity.
Biasanya, lagu yang paling pas adalah lagu yang memiliki tempo medium ke lambat, dengan nuansa emosional, atau lagu yang memiliki bagian beat drop atau pergeseran emosi yang kuat.
Berikut daftar lagu yang sering atau cocok dipakai untuk velocity:
1. “Bila Kau Tak Disampingku” – Sheila On 7
Jadi pemicu tren baru-baru ini, lagu ini sangat cocok karena memiliki lirik menyentuh dan transisi emosi yang kuat.
2. “To Build A Home” – The Cinematic Orchestra
Lagu ini populer karena nadanya yang lambat dan atmosferik, sangat pas untuk video penuh makna.
3. “Infinity” – Jaymes Young
Banyak digunakan untuk video kenangan atau momen pribadi, beat-nya cocok untuk teknik velocity.
4. “Another Love” – Tom Odell
Lagu ini membawa suasana patah hati yang dalam, menjadikannya salah satu favorit velocity lovers.
5. “Heather” – Conan Gray
Dengan lirik yang raw dan alunan yang tenang, lagu ini memberi nuansa galau yang kuat saat dipadukan dengan efek velocity.
6. “Ghostin” – Ariana Grande
Suara lembut Ariana dengan irama sendu membuat lagu ini cocok untuk velocity yang ingin menggambarkan kerinduan atau kehilangan.
7. “Tak Segampang Itu” – Anggi Marito
Lagu lokal ini juga sering digunakan karena beat dan liriknya menyentuh, cocok untuk konten bertema perpisahan.
8. “Fix You” – Coldplay
Suara instrumen dan emosi yang mengalir dari lagu ini menjadikannya sangat efektif dalam video velocity bertema perjuangan dan harapan.
Tren velocity terbukti bukan sekadar gaya edit sesaat.
Ia telah menjadi medium ekspresi baru yang membuka ruang nostalgia, kreativitas, dan penghayatan lagu secara visual.
Selama para kreator masih ingin menyampaikan cerita emosional lewat video pendek, efek ini diprediksi akan tetap bertahan dan berkembang dalam berbagai bentuk. (*)