OTOMOTIF, Jawa Pos Radar Lawu - Harga mobil baru yang semakin mahal membuat mobil bekas jadi solusi banyak orang.
Selain pilihan model yang beragam, mobil bekas juga punya nilai jual yang lebih stabil, premi asuransi lebih ringan, dan tentunya lebih ramah di kantong.
Salah satu mobil yang diam-diam kembali jadi incaran adalah Suzuki Karimun kotak.
Mobil mungil yang juga akrab disebut Suzuki Karkot ini dulunya meluncur pertama kali pada September 1999 dan sudah lama tidak diproduksi. Namun di pasar mobil bekas, pamornya justru kembali naik.
Wajar saja, Karimun kotak punya banyak kelebihan yang membuatnya tetap diminati meski usianya tidak muda lagi.
Secara desain, Karimun kotak tampil sederhana dengan bodi mengotak yang justru jadi daya tarik tersendiri.
Kabinnya terasa cukup lapang untuk city car, dan dashboard-nya simpel tapi fungsional. Tersedia dua glove box, serta tombol-tombol pengaturan yang ergonomis dan mudah dijangkau.
Soal performa, mobil ini ditenagai mesin legendaris F10A 1.000 cc, yang juga digunakan pada Suzuki Carry, Katana, dan Forsa.
Mesin ini dikenal tahan banting, mudah diservis, dan irit bahan bakar. Konsumsinya bisa mencapai 12 km/liter di dalam kota dan 17 km/liter di luar kota.
Kemudahan mencari suku cadang juga jadi nilai plus. Banyak komponen Karimun kotak bisa disubstitusi dengan parts dari model Suzuki lain.
Artinya, pemilik nggak perlu khawatir soal perawatan.
Dari sisi kenyamanan, suspensi depan McPherson strut dan belakang isolated trailing link cukup empuk untuk penggunaan harian.
Namun tetap ada beberapa kelemahan, salah satunya kaki-kaki depan yang dikenal gampang aus.
Selain itu, saat berbelok dengan kecepatan tinggi, body roll terasa cukup besar karena desainnya yang tinggi dan distribusi bobot yang kurang ideal.
Meski begitu, dengan harga di kisaran Rp50–75 jutaan, Suzuki Karimun kotak tetap jadi pilihan yang menarik.
Asalkan dapat unit yang masih prima, mobil ini sangat layak dibeli. Untuk menjaga performa, cukup tune up rutin setiap 4 bulan.
Jika bagian kaki-kaki bermasalah, perbaikannya pun masih tergolong murah, sekitar Rp 1–2 jutaan. (gar/kid)