MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Inovasi batik terus berkembang di Kabupaten Magetan.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah batik abstrak kontemporer, hasil kreasi pengrajin asal lereng Gunung Lawu.
Meski tergolong eksklusif, jenis batik ini justru makin banyak diminati pasar, baik dari dalam daerah maupun luar kota.
Penggagas batik abstrak kontemporer tersebut adalah Wisnu Purbo Hanjali, pemilik gerai batik di Magetan yang kini menjadi salah satu UMKM binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan.
“Sampai sekarang masih banyak peminat, terutama dari kalangan OPD di wilayah kabupaten. Bahkan ada juga yang beli dari luar kota. Pernah sekali laku sampai Rp 750 ribu,” ungkap Wisnu, Rabu (27/3).
Wisnu mengisahkan, ide awal membuat batik abstrak ini tercetus saat pandemi Covid-19.
Berbekal hobi membuat lukisan abstrak, ia mencoba menerjemahkannya dalam bentuk batik menggunakan lilin malam sebagaimana teknik batik tradisional pada umumnya.
“Awalnya cuma bikin lima motif untuk dijual ke keluarga dan teman dekat. Ternyata banyak yang tertarik dan akhirnya saya jadi binaan Disbudpar,” jelasnya.
Proses Pembuatan Batik Abstrak Tak Sembarangan
Tidak seperti batik pada umumnya, proses pembuatan batik abstrak kontemporer membutuhkan keterampilan khusus.
Baca Juga: Spin-Off Hospital Playlist, Resident Playbook Tayang 12 April di Netflik
Menurut Wisnu, teknik membatik ini membutuhkan dasar kemampuan melukis dan kombinasi warna yang tepat.
“Proses paling cepat bisa selesai dalam sehari. Tapi kalau motifnya rumit, bisa sampai seminggu lebih. Karena butuh teknik khusus, saya memang tidak mempekerjakan pegawai, lebih memilih menjaga kualitas,” tandasnya.
Meski tidak diproduksi massal, Wisnu optimistis batik abstrak kontemporer tetap akan bertahan dan terus berkembang seiring tren fashion lokal yang semakin bervariasi. (ebo/ser/kid)
Editor : Nur Wachid