Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

No Other Land Film Dokumenter Sineas Palestina-Israel Memenangkan Oscar 2025, Bawa Pesan Perdamaian di Tanah Gaza

AA Arsyadani • Selasa, 4 Maret 2025 | 20:43 WIB
Pesan perdamaian film No Other Land yang memenangkan Oscar 2025.
Pesan perdamaian film No Other Land yang memenangkan Oscar 2025.

Jawa Pos Radar Lawu - Malam puncak Academy Awards ke-97 atau Oscar 2025 mencatatkan sejarah baru bagi perfilman dunia.

No Other Land, film dokumenter hasil kolaborasi sineas Palestina dan Israel, berhasil meraih penghargaan Best Documentary Feature Film di Oscar 2025. 

Film ini membawa kisah nyata Basel Adra, seorang aktivis Palestina, yang berjuang menentang penggusuran paksa di Masafer Yatta, Tepi Barat.

Dalam dokumentasi yang menggugah, No Other Land menampilkan realitas pahit warga Palestina yang kehilangan rumah akibat kebijakan militer Israel. 

Kisah Nyata di Balik Kamera: Perlawanan Basel Adra

Basel Adra tak pernah membayangkan bahwa video yang ia ambil akan menjadi bagian dari film dokumenter pemenang Oscar.

Dia awalnya hanya ingin merekam ketidakadilan di desanya.

"Saya mulai merekam bukan untuk membuat film, tetapi karena dunia harus tahu apa yang terjadi di desa saya," ungkap Adra dalam wawancara dengan The Guardian.

Salah satu adegan paling mencolok dalam film ini menampilkan seorang tentara Israel yang menembak pria setempat yang menolak digusur. 

Momen-momen seperti inilah yang membuat No Other Land begitu kuat secara emosional dan menggugah kesadaran dunia.

Kolaborasi yang Penuh Tantangan

Film ini tidak hanya unik dari segi cerita, tetapi juga proses produksinya.

No Other Land merupakan hasil kerja sama antara empat sineas: Basel Adra dan Hamdan Ballal dari Palestina, serta Yuval Abraham dan Rachel Szor dari Israel.

Sebagai jurnalis Israel, Abraham memiliki akses ke wilayah-wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh Adra.

Sebaliknya, Adra mampu merekam realitas yang tidak bisa diabadikan oleh Abraham.

Kolaborasi ini membentuk narasi yang kuat dan mendalam, meski tak luput dari tantangan politis dan emosional.

"Ada saat di mana Basel marah kepada saya karena saya bisa kembali ke rumah yang aman di Israel, sementara dia harus terus hidup di bawah ancaman," ungkap Abraham dalam wawancaranya dengan The Independent.

"Kolaborasi ini tidak mudah, tetapi penuh dengan kejujuran," imbuhnya. 

Mengapa No Other Land Layak Menang Oscar 2025?

Penghargaan Oscar untuk kategori dokumenter bukan sekadar tentang aspek teknis atau sinematografi. 

Akan tetapi juga tentang dampak, keberanian, dan urgensi tema yang diangkat.

Berikut beberapa alasan mengapa No Other Land layak mendapatkan penghargaan ini: 

1. Mengangkat Kisah Kemanusiaan yang Mendesak

Konflik Palestina-Israel adalah salah satu isu paling kompleks dan berkepanjangan dalam sejarah modern.

No Other Land menghadirkan perspektif yang jarang ditampilkan di media arus utama.

Terutama dari sudut pandang mereka yang hidup dalam ketakutan akan penggusuran dan kekerasan.

Film ini bukan hanya sekadar dokumentasi peristiwa, tetapi juga kesaksian hidup dari mereka yang terdampak langsung.

Dengan menyoroti penderitaan warga Masafer Yatta, film ini memaksa audiens global untuk melihat realitas yang sering kali diabaikan. 

2. Dokumentasi Autentik dan Berani

Berbeda dengan dokumenter biasa, No Other Land dibuat dalam kondisi ekstrem.

Salah satu aspek yang membuat No Other Land begitu spesial adalah kolaborasi antara sineas Palestina dan Israel. 

Di tengah konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun, kerja sama ini menunjukkan bahwa masih ada harapan untuk dialog dan kemanusiaan.

Kerja sama ini juga menghadirkan perspektif unik. 

Di mana jurnalis Israel seperti Yuval Abraham bisa mengakses wilayah yang tidak bisa dimasuki oleh Adra.

Sementara Adra bisa merekam kejadian yang tidak mungkin terdokumentasi oleh Abraham.

Ini menciptakan narasi yang lebih komprehensif dan jujur.

4. Pesan Kuat tentang Perlawanan dan Harapan

Ketika menerima penghargaan Oscar, para sineas No Other Land menyampaikan pesan yang menggugah: 

"Karena bersama-sama, suara kita lebih kuat. Kita melihat satu sama lain bahwa kehancuran yang mengerikan di Gaza dan penduduknya harus diakhiri."

Proses produksi No Other Land memakan waktu empat tahun (2019–2023). 

Melewati berbagai rintangan, mulai dari pembatasan pergerakan hingga penyitaan peralatan oleh militer Israel.

Editor : Andi Chorniawan
#film #Oscar 2025 #No Other Land #Israel #palesitina #perdamaian