Jawa Pos Radar Lawu — Jessica Felicia akhirnya angkat bicara terkait kontroversi konten yang ia buat mengenai isu rumah tangga Azizah Salsha.
Dalam pernyataannya, Jessica mengakui kesalahannya karena telah menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Azizah, suaminya, dan keluarga besar mereka.
“Saya merasa memang saya salah dan tidak cross check berita yang ada,” ujar Jessica saat ditemui di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025) malam.
Jessica pun menegaskan bahwa tindakannya yang gegabah menjadi pelajaran berharga untuk lebih berhati-hati dalam bermedia sosial dan membuat konten.
Ia juga telah membuat video permintaan maaf sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.
Dalam videonya, Jessica mengungkapkan bahwa dirinya diperkenalkan kepada Ramzi, kuasa hukumnya, oleh Rachel Vennya.
Dimana, ia menyebut tidak pernah melihat langsung bukti perselingkuhan yang menjadi inti dari kontroversi tersebut.
“Perihal bukti-bukti perselingkuhan mungkin Bang Ramzi dan Rachel Vennya memegang bukti tersebut, tetapi saya tidak pernah melihat langsung bukti perselingkuhan tersebut,” ucapnya.
Jessica juga merasa dirinya hanya menjadi alat dalam drama ini dan mengaku sama sekali tidak mengenal Rachel Vennya secara pribadi.
“Saat ini pun saya merasa seperti saya diperalat dan dibawa masuk ke dalam drama yang di mana sejujurnya saya juga tidak mengenal Rachel Vennya,” tambah Jessica.
Jessica dan Azizah kini telah sepakat berdamai secara kekeluargaan. Laporan yang diajukan Azizah pun sudah dicabut setelah permintaan maaf dari Jessica diterima dengan baik oleh pihak keluarga.
“Ya otomatis saya minta maaf secara langsung secara pribadi kepada pihak Azizah maupun pihak suami dan pihak keluarga besar,” jelas Jessica.
Kontroversi ini menjadi pengingat penting bagi para kreator konten untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya ke publik.
Jessica berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga, tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk masyarakat luas agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. (okta)
Editor : Riana M.