Jawa Pos Radar Lawu – OM Lorenza menghidupkan kejayaan dangdut lawas dengan ciri khas orkes melayu klasik.
Grup musik asal Sukoharjo itu konsisten membawakan aransemen khas era 70-an hingga 80-an yang menarik perhatian pencinta dangdut jadul.
Tambal Ban, salah satu lagu yang kini viral di berbagai platform media sosial, membawa nama OM Lorenza kembali ke puncak popularitas.
Orkes melayu ini dikenal karena selalu mempertahankan gaya klasik.
Termasuk dalam pemilihan kostum dan alat musik yang memberikan nuansa nostalgia bagi para penggemarnya.
Dalam sebuah acara sarasehan dan jumpa fans di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Senin (3/2) malam, puluhan penggemar OM Lorenza hadir mengenakan busana era 70-an.
Celana cutbray, rambut kribo, hingga kemeja berkerah lebar, semakin menghidupkan suasana klasik sarasehan.
Dilansir dari Radar Solo, Camat Polokarto Herry Mulyadi, hadir dan menyatakan dukungannya terhadap perjalanan musik OM Lorenza.
Menurut dia, OM Lorenza menjadi bagian dari warisan budaya dangdut klasik Indonesia.
Perjalanan Panjang OM Lorenza
OM Lorenza pertama kali didirikan oleh Budi Aeromac dari Lalung, Karanganyar, pada 2007.
Grup itu berhasil mengorbitkan beberapa penyanyi dangdut ternama dan sering mendapat sponsor dari berbagai perusahaan besar.
Mereka rutin tampil di berbagai tempat, termasuk di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Solo.
Namun, pada awal 2010-an, dengan meroketnya dangdut koplo, kepopuleran OM Lorenza mulai meredup hingga akhirnya vakum pada 2012.
Pandemi Covid-19 justru menjadi titik balik kebangkitan.
Murjiyanto, yang kini mengelola grup ini, mendapatkan izin dari Budi Aeromac untuk menghidupkan kembali OM Lorenza.
Dengan memanfaatkan media sosial, mereka mulai mengunggah video latihan dan pertunjukan.
Langkah tersebut mendapat respons luar biasa dari warganet.
"Awalnya kami ragu, siapa yang masih mau mendengar dangdut jadul? Tapi ternyata responsnya luar biasa. Banyak yang merindukan warna musik ini," ucap Murjiyanto.
Viral Berkat Tambal Ban
Lagu Tambal Ban yang mengangkat kisah sederhana seorang tukang tambal ban mencari nafkah di jalan menjadi titik balik bagi OM Lorenza.
Dengan lirik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan aransemen khas dangdut 70-an, lagu ini sukses memikat hati pendengar.
Berikut penggalan liriknya:
Aku iki tukang tambal ban, uripe sak ndalan-ndalan
Golek duit, duit sing halal, penting cukup kanggo sandang lan pangan
Lagu ini mulai viral di TikTok dan Instagram, dengan banyak pengguna yang ikut bernyanyi dan berjoget dengan gaya klasik.
Tak hanya generasi tua, anak muda juga mulai menggemari kembali orkes melayu klasik.
Menghidupkan Nostalgia dengan Dangdut Lawasan
Salah satu kunci kesuksesan OM Lorenza dalam menghidupkan kembali dangdut lawasan adalah koleksi kaset pita milik Pak Kasan.
Pak Kasan adalah penyedia jasa sewa sound system di Polokarto.
Dari koleksi tersebut, mereka memilih lagu-lagu yang jarang diketahui banyak orang.
Saat ini, OM Lorenza memiliki 18 anggota, terdiri dari 10 musisi, 4 penyanyi, 1 MC, dan 3 tim mixing.
"Elemen yang tidak tergantikan dalam grup ini adalah suara kendang khas kami. Ini yang membuat kami berbeda dari grup dangdut lainnya," kata Murjiyanto.
Selain mempertahankan warna musik klasik, mereka juga berkomitmen menjaga nilai dalam setiap pertunjukan.
"Kami ingin menciptakan suasana berjoget yang santai dan menyenangkan, tanpa keributan. Selama kami manggung, alhamdulillah, tidak pernah ada kejadian yang mengganggu," tambahnya.
Masa Depan OM Lorenza: Dangdut Lawasan Tetap Hidup
Kini, OM Lorenza semakin eksis dengan identitas kuat mereka.
Tidak hanya tampil di Solo Raya, tetapi juga mulai merambah ke berbagai kota seperti Jepara, Yogyakarta, dan Pacitan.
"Kami percaya ini semua ada campur tangan Tuhan. Kami hanya menjalankan dengan sepenuh hati," kata Murjiyanto.
Dangdut jadul masih memiliki tempat di hati penggemarnya, dan kami ada di sini untuk menjaga warisan itu tetap hidup," imbuhnya.
Dengan semakin luasnya panggung dan viralnya lagu-lagu yang dibawakan, OM Lorenza membuktikan bahwa dangdut lawasan belum habis.
Musik ini tetap memiliki magnet kuat bagi penggemar setianya, serta generasi baru yang ingin merasakan nostalgia dalam balutan irama orkes melayu klasik.
Apakah dangdut lawas bisa kembali berjaya? Dengan OM Lorenza, jawabannya adalah YA! (radar solo/ota)
Editor : Andi Chorniawan