Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Indonesi Darurat Literasi! Rhenald Kasali Soroti Pentingnya Perbaikan Sejak Dini untuk Generasi Masa Depan!

Lailatul Fadhila Hikma • Senin, 20 Januari 2025 | 19:26 WIB
Indonesia darurat literasi sejak dini
Indonesia darurat literasi sejak dini

Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah berita buruk bahwasannya hingga saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam hal literasi.

Dilansir dari UNESCO, minat baca di Tanah Air tergolong rendah. Hanya satu dari seribu orang yang memiliki minat membaca yang baik. 

Rhenald Kasali, seorang akademisi dan pakar perubahan, mengungkapkan berbagai fakta dan refleksi mengenai literasi masyarakat Indonesia melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @rhenald.kasali.

Dalam video tersebut, Rhenald mengutip hasil Skor PISA (Programme for International Student Assessment) 2018, yang menempatkan Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara dalam hal literasi. 

Apa Itu Literasi?

Literasi adalah kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.

Mengutip penjelasan Rhenald Kasali, literasi mencakup kemampuan seseorang dalam menafsirkan, memaknai, menulis, dan berbicara.

Maka dari itu, semua ini membutuhkan kosakata yang baik, yang hanya bisa diperoleh melalui kebiasaan membaca literatur berkualitas.

Sayangnya, rendahnya minat baca masyarakat Indonesia berdampak pada lemahnya kemampuan interpretasi dan komunikasi masyarakat.

Efek Rendahnya Literasi Negatif Era Digital

Rhenald juga menyoroti tantangan literasi di era digital, termasuk munculnya fenomena doomscrolling. 

"Doomscrolling itu membuat orang menjadi bodoh dalam menafsirkan informasi.

Mereka terus-menerus membaca berita negatif yang berdampak buruk pada kesehatan mental, seperti kecemasan," jelasnya.

Fenomena ini terjadi karena kurangnya kemampuan seseoranga dalam memahami dan memilah informasi secara kritis. 

Apalagi di era teknologi hari ini, literasi digital menjadi alat yang krusial untuk masyarakat supaya tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak.

Peran Orang Tua dan Pendidikan Dalam Meningkatkan Literasi

Rhenald Kasali juga mengungkapkan bahwa keluarga dan Pendidikan merupakan lingkungan yang memiliki peran penting dalam membentuk budaya literasi sejak dini. 

"Dulu, orang tua kita membacakan dongeng atau buku sebelum tidur.

Hal ini mendorong daya imajinasi anak dan membuat mereka tertarik untuk membaca," katanya.

Di sekolah, literasi seharusnya diajarkan melalui kemampuan menulis, pemilihan diksi, tata bahasa, dan interpretasi.

Semua ini bertujuan untuk membangun keterampilan komunikasi yang baik. (*)

Editor : Riana M.
#literasi #Doomscrolling #fenomena #darurat literasi #rhenald kasali #era digital #bahan bacaan