Jawa Pos Radar Lawu - Pola asuh yang tepat sangat diperlukan untuk mendidik anak agar tidak terjerumus dalam mentalitas yang rapuh, atau yang sering disebut sebagai Generasi Strawberry.
Dalam konteks ini, Rhenald Kasali, seorang pakar manajemen dan pendidikan sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI), menekankan pentingnya mengajarkan anak bahwa yang utama bukanlah sekadar pencapaian atau nilai akhir, tetapi proses yang dilalui dengan integritas dan nilai-nilai yang kuat.
Hindarkan Anak dari Mental Generasi Strawberry dengan Mengutamakan Proses, Bukan Sekadar Hasil
Salah satu prinsip yang ditekankan oleh Rhenald Kasali adalah bahwa orang tua harus mengajarkan anak-anaknya untuk lebih mengutamakan nilai dalam setiap langkah yang diambil, bukan hanya hasil akhirnya.
Misalnya, apabila anak tidak naik kelas atau gagal menjadi juara dalam kompetisi, itu bukanlah hal yang perlu dirisaukan.
Yang lebih penting adalah bagaimana anak tersebut menjalani prosesnya. Apakah mereka jujur? Apakah mereka bisa menjaga integritasnya sepanjang perjalanan tersebut?
Dalam dunia yang sering mengutamakan prestasi dan penghargaan, mengajarkan anak bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan integritas jauh lebih berharga daripada sekadar medali atau angka di raport adalah langkah besar untuk membentuk karakter yang kuat.
Mengapa Integritas Lebih Penting daripada Prestasi?
Bagi Kasali, kemenangan tanpa integritas hanyalah kemenangan yang semu. Bahkan, dalam dunia yang penuh dengan kompetisi dan standar tinggi, yang diperlukan bukan hanya keterampilan untuk menang, tetapi juga kemampuan untuk membangun hubungan yang didasarkan pada kepercayaan.
Bayangkan anak Anda menjadi juara dalam sebuah lomba, tetapi tidak bisa dipercaya oleh teman-temannya karena tidak pernah menunjukkan sikap jujur dan adil.
Rhenald Kasali mengingatkan, "Apa artinya menjadi juara, kalau tidak bisa membangun hubungan yang sehat dengan orang lain?"
Untuk itu, orang tua harus menanamkan nilai-nilai yang benar sejak dini, supaya anak tidak hanya menjadi pribadi yang berprestasi, tetapi juga berkarakter baik dan dipercaya oleh orang lain.
Cara Orang Tua Dapat Menerapkan Pola Asuh yang Tepat
Rhenald Kasali juga memberikan sejumlah tips bagi orang tua untuk membantu anak menghindari mental Generasi Strawberry dan membentuk mental yang tangguh dan berintegritas.
- Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil
Ajak anak untuk fokus pada bagaimana mereka belajar dan berkembang, bukan sekadar pada penghargaan atau nilai akhir. Ini mengajarkan anak untuk lebih menikmati proses dan menghargai usaha mereka.
- Berikan Contoh yang Baik
Orang tua adalah contoh utama bagi anak. Tunjukkan melalui tindakan bahwa nilai lebih penting daripada hasil. Jika anak melihat orang tua mereka bekerja keras dan jujur, mereka akan meniru perilaku tersebut.
- Hargai Kerja Keras, Bukan Hanya Pencapaian
Ketika anak berusaha keras dalam sesuatu, hargai usaha tersebut meskipun mereka tidak mencapai hasil yang diinginkan. Ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dan memberi mereka motivasi untuk terus berusaha.
- Bina Kemampuan Anak untuk Menghadapi Kegagalan
Kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Ajarkan anak bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk belajar dan tumbuh. Ini membantu anak mengembangkan resiliensi.
Menanamkan Nilai untuk Menyelamatkan dari Mental Generasi Strawberry
Rhenald Kasali menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal meraih prestasi tinggi, tetapi lebih kepada membentuk karakter anak agar bisa hidup dengan integritas dan keberanian menghadapi kegagalan.
Pola asuh yang menekankan pada proses dan nilai, daripada hanya mengejar hasil, dapat menjadi langkah preventif untuk menghindarkan anak dari mental generasi strawberry yang mudah rapuh dalam menghadapi tekanan hidup.
Sebagai orang tua, memberi contoh yang baik dan fokus pada pengembangan karakter anak lebih penting daripada sekadar menilai mereka berdasarkan prestasi atau nilai. Dengan cara ini, anak tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang sukses dalam bidangnya, tetapi juga tangguh, jujur, dan penuh integritas. (kid)
Editor : Nur Wachid