Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Rhenald Kasali Jelaskan Mengapa Broken Man Jadi Tantangan Parenting di Era Generasi Strawberry, Lebih Baik Membangun Anak Tangguh Sedari Dini

Ida Ayyu Balqis • Jumat, 6 Desember 2024 | 06:19 WIB
Generasi strawberry jadi tantangan pola asuh di era digital.
Generasi strawberry jadi tantangan pola asuh di era digital.

Jawa Pos Radar Lawu - Generasi Strawberry menjadi tantangan pola asuh dalam membangun karakter generasi muda yang kuat secara mental dan emosional.

Memiliki karakteristik yang indah di luar saja namun memiliki jiwa yang rapuh, generasi strawberry merupakan hasil dari pola asuh orang tua yang berlebihan dalam melindungi dan memanjakan anak sehingga membentuk pribadi rapuh.

Penulis buku generasi strawberry mengatakan lebih mudah membangus strong children (anak yang kuat) daripada memperbaiki broken man (orang dewasa yang terluka).

Tantangan Pola Asuh Era Modern

Kemajuan teknologi digital yang pesat membuat para orang tua memiliki tantangan yang besar dalam mendidik anak-anak.

Akses media sosial yang semakin bebas dan tidak terkendali menghadirkan dampak seperti kecanduan yang menyebabkan hilangnya empati dan rendahnya kemampuan mengelola emosi.

Hal ini juga semakin diperparah dengan tekanan akademik dan ekspektasi sosial yang terus meningkat.

Generasi muda saat ini cenderung mudah stres, sehingga mudah mengalami gangguan
emosional seperti kecemasan dan depresi.

Pola asuh yang tidak seimbang dari orang tua menjadi penyebab utama kondisi ini terjadi.

Pentingnya Pola Asuh Positif

Pola asuh positif merupakan tipe pola asuh yang menekankan pendekatan kasih sayang, membangun komunikasi yang baik, dan pembentukan batas yang tegas dari orang tua kepada anak.

Baca Juga: Pengen Motor Honda BeAT One Piece Gratis? Simak Cara Ikutan dan Menang Giveaway Skutik Edisi Spesial Luffy

Orang tua perlu mengajarkan anaknya untuk belajar mengambil keputusan sejak kecil sesuai dengan usianya agar anak terbiasa belajar menghadapi masalahnya.

Kemudian orang tua juga perlu memperkenalkan berbagai jenis emosi dan bagaimana cara mengekspresikan emosi secara sehat.

Bantu anak mengenali realitas, misalkan anak mengalami kegagalan maka perlu orang tua dukung untuk bangkit dan membenahi diri dari kegagalan tersebut, jangan melindungi anak dari setiap tantangannya.

Biarkan anak belajar kecewa dan sakit hati agar membentuk mental yang kuat dalam dirinya.

Anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh yang seimbang dan positif biasanaya akan memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Mereka memiliki rasa percaya diri yang kuat dan kemampuan beradaptasi di berbagai situasi, anak tumbuh dengan keseimbangan ini lebih siap menghadapi tantangan hidup.

Sebaliknya, mereka yang tumbuh dengan pola asuh yang berlebihan atau bahkan diabaikan orang tuanya sering kali membawa luka batin hingga dewasa yang akan mempengaruhi hubungan sosial dan kesehatan mentalnya.

Upaya memperbaiki luka atau trauma masa kecil inilah yang membutuhkan waktu yang lama dan tentu saja akan menguras tenaga dan biaya.

Inilah alasan mengapa Rhenald Kasali mengatakan bahwa membangun strong children lebih mudah daripada memperbaiki broken man.

Membangunkarakter anak yang kuat merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang tangguh.

Dengan pola asuh yang seimbang penuh kasih sayang namun juga disiplin dan tegas akan membangun komunikasi yang baik.

Sehingga dapat membantu generasi muda untuk mengatasi tantangan zaman sekaligus mencegah mereka menjadi pribadi rapuh yang memiliki mental generasi strawberry. (kid)

Editor : Nur Wachid
#generasi strawberry #parenting #digital #mental #Era #rhenald kasali #Broken man #pola asuh