Jawa Pos Radar Lawu - Diana Baumrind, seorang psikolog klinis dan perkembangan yang terkenal karena penelitiannya mengenai pola asuh orang tua. Ia mengembangkan teori pola asuh yang masih relevan hingga saat ini.
Diana mengidentifikasi empat jenis pola asuh yang berbeda berdasarkan kombinasi tingkat kehangatan kasih sayang dan kontrol disiplin yang diterapkan oleh orang tua.
Pola asuh ini tidak hanya mempengaruhi perilaku anak saat kecil, tetapi juga berdampak besar pada pembentukan karakter anak saat mereka dewasa.
Authoritative Parenting
Pola asuh ini dianggap sebagai yang paling ideal dan seimbang. Orang tua otoritatif menetapkan aturan yang jelas dan konsisten.
Namun tetap mendengarkan pendapat anak, mereka menunjukkan kasih sayang sekaligus memberikan disiplin dan batasan yang tegas.
Ciri-ciri pola asuh otoritatif adalah
- Orang tua mendukung anak untuk mandiri, tetapi tetap memberikan arahan.
- Terdapat komunikasi dua arah yang baik.
- Aturan yang diterapkan bersifat masuk akal dan dijelaskan dengan logis.
Anak-anak yang diasuh secara otoritatif biasanya cenderung percaya diri, memiliki keterampilan sosial yang baik, dan mampu mengelola stres.
Mereka juga biasanya mandiri dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang tua maupun lingkungan sosialnya.
Authoritarian Parenting
Orang tua yang otoriter biasanya menekankan kontrol yang tinggi dengan kasih sayang yang rendah.
Mereka cenderung memberlakukan aturan yang ketat dan menuntut ketaatan tanpa memberikan penjelasan atau mendengarkan pendapat anak.
Ciri-ciri pola asuh otoriter:
- Fokus pada disiplin dan hukuman daripada pengertian.
- Komunikasi berlangsung satu arah; anak diharapkan mengikuti perintah tanpa pertanyaan.
- Kurangnya fleksibilitas terhadap kebutuhan atau perasaan anak.
Anak-anak yang diasuh secara otoriter mungkin menjadi patuh, tetapi sering merasa cemas, kurang percaya diri, dan sulit mengambil keputusan.
Beberapa anak bahkan bisa menjadi pemberontak karena merasa terlalu dikontrol dan tidak memiliki kebebasan.
Permissive Parenting
Orang tua permisif memberikan kebebasan yang besar kepada anak tanpa menetapkan aturan atau batasan yang jelas.
Kasih sayang tinggi diberikan, tetapi tanpa pengawasan atau disiplin yang memadai.
Biasanya terjadi dalam keluarga kaya mereka sangat loyal dan memanjakan anak namun tidak pernah mengajarkan anak nilai-nilai kehidupan.
Ciri-ciri pola asuh permisif:
- Orang tua lebih seperti teman daripada sosok otoritatif.
- Jarang memberikan konsekuensi atas perilaku buruk anak.
- Membiarkan anak mengambil keputusan sendiri, meskipun mereka belum cukup dewasa untuk melakukannya.
Anak-anak yang diasuh secara permisif cenderung memiliki kontrol diri yang rendah, sulit mengikuti aturan, dan lebih rentan terhadap masalah perilaku.
Namun, mereka biasanya merasa dicintai karena perhatian yang diberikan orang tua.
Anak yang tumbuh dari orang tua permisif biasanya sulit beradaptasi dilingkungan yang baru terutama saat berhadapan dengan tantangan.
Uninvolved Parenting
Pola asuh ini ditandai dengan rendahnya kasih sayang dan kontrol dari orang tua.
Mereka cenderung tidak peduli dalam kehidupan anak karena berbagai alasan, seperti tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan anak.
Baca Juga: Supaya Tidak Terjebak Emosi Soal Gus Miftah, yuk Tenangkan Hati di Nepal van Java
Ciri-ciri pola asuh tidak terlibat:
- Orang tua tidak memberikan perhatian, arahan, atau dukungan emosional.
- Tidak ada aturan atau struktur yang jelas dalam kehidupan anak.
- Anak sering dibiarkan mengurus dirinya sendiri.
Anak-anak yang diasuh tanpa keterlibatan orang tua cenderung mengalami kesulitan emosional, merasa diabaikan, dan memiliki harga diri yang rendah.
Mereka juga lebih rentan terhadap masalah akademik, perilaku, dan hubungan sosial, karena tidak pernah merasakan kasih sayang dan perhatian dari orang tua.
Memilih Pola Asuh yang Tepat
Meskipun setiap jenis pola asuh memiliki pengaruh berbeda, banyak penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif adalah yang paling efektif dalam membentuk anak yang tangguh, percaya diri, dan bertanggung jawab.
Namun, penting untuk menyesuaikan pola asuh dengan kebutuhan individu anak, karena setiap anak unik dan membutuhkan pendekatan yang berbeda. (kid)
Editor : Nur Wachid