Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Survei National Sleep Foundation 60 Persen Gen Z Alami Insomnia, Gegara Era Digital? Ketahui Bahaya dan Dampak Buruk Begadang

Davita Dyah Ayu • Rabu, 4 Desember 2024 | 06:00 WIB
Gen Z sama dengan Generasi begadang?
Gen Z sama dengan Generasi begadang?

Jawa Pos Radar Lawu - Di era digital yang serba cepat, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi Gen Z.

Dari bangun tidur hingga kembali ke peraduan, smartphone, tablet, dan laptop selalu menemani aktivitas harian mereka.

Namun, di balik manfaat teknologi, muncul tantangan serius yaitu gangguan tidur atau insomnia.

Survei dari National Sleep Foundation mencatat hampir 60 persen remaja dan anak muda mengalami gangguan tidur akibat penggunaan gadget pada malam hari.

Penelitian Harvard Medical School juga mengungkapkan bahwa blue light yang dipancarkan layar gadget menghambat produksi melatonin—hormon pengatur siklus tidur.

Hal ini mengakibatkan sulitnya tubuh memasuki fase tidur nyenyak.

Lebih dari itu, kebiasaan scrolling media sosial atau menonton video sebelum tidur membuat otak tetap aktif, bukannya rileks.

Kebiasaan ini meningkatkan stimulasi mental yang memperparah insomnia.

Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi, menghadapi tantangan terbesar untuk tidur nyenyak, meski mereka sangat akrab dengan teknologi itu sendiri.

Di lain sisi insomnia ini membuat diri menjadi begadang.

Begadang yang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan mata panda.

Istilah "mata panda" mungkin terdengar lucu, tetapi bagi Gen Z, ini telah menjadi simbol nyata dari kebiasaan begadang.

Mata berkantung hitam akibat kurang tidur kini lazim ditemukan di kalangan remaja dan dewasa muda, meskipun banyak dari mereka belum menghadapi tekanan berat dunia kerja.

Namun, kurang tidur membawa konsekuensi serius yang tak bisa diabaikan, baik bagi kesehatan fisik maupun mental.

Dampak Insomnia Bagi Gen Z

1. Masalah Fisik

Insomnia dapat menyebabkan risiko penyakit serius seperti stroke, obesitas, diabetes dan penyakit lainya. Selain itu, sistem kekebalan tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit.

2. Penurunan produktivitas

Istirahat yang kurang dapat mempengaruhi kemampuan otakmuntuk berkonsentrasi, belajar, dan membuat keputusan.

3. Gangguan mental dan gampang emosi

Insomnia dapat memicu depresi, bingung, cemas, dan frustasi. Hal ini jika terjadi terus menerus dapat mempengaruhi hubungan sosial.

Tidur bukan hanya waktu istirahat; ini adalah kebutuhan dasar tubuh untuk pemulihan dan keseimbangan.

Idealnya, tubuh memerlukan setidaknya 7-8 jam tidur setiap malam. Mengabaikan kebutuhan ini dapat membawa konsekuensi serius yang memengaruhi kualitas hidup di masa depan. (kid)

Editor : Nur Wachid
#dampak #parenting #begadang #bahaya #National Sleep Foundation #insomnia #60 persen #survei #Gen Z #era digital #pola asuh