Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Benarkah 50 Persen Gen Z Mulai Tinggalkan Google Untuk Mencari Informasi? Lalu Apa Gantinya? Ini Alasan dan Ulasan Lengkapnya

Nur Wachid • Senin, 25 November 2024 | 20:30 WIB
Gen Z Mulai Tinggalkan Google
Gen Z Mulai Tinggalkan Google

Jawa Pos Radar Lawu - Google kini tidak lagi eksis di kalangan Gen Z. Mesin pencari yang selama dua dekade terakhir mendominasi pencarian informasi di internet, kini mulai kehilangan sebagian penggunanya.

Dilansir dari Business Insider, Analis internet di Bernstein Research, Mark Shmulik, mengatakan bahwa kini Gen Z dan generasi yang lebih muda berbondong-bondong beralih ke platform lain untuk mencari informasi.

"Selamat tinggal Google. Audiens yang lebih muda melakukan 'pencarian', bukan 'googling'," kata Shmulik.

Gen Z adalah generasi yang lahir di antara rentang tahun 1990-an hingga awal tahun 2010-an.

Mereka seringkali disebut dengan generasi digital natives, generasi yang lahir di era digital dan tumbuh dewasa dengan teknologi yang canggih.

"Gen Z juga tumbuh di era internet yang relatif matang. Sudah menjadi kebiasaan bagi para pengguna ini untuk langsung menuju ke sumbernya.

Dunia ini [internet] tidak besar dan menakutkan, ini hanya rumah bagi Gen Z," ujar Shmulik.

Dimana Gen Z Mencari Informasi?

Kini Gen Z cenderung mencari informasi lewat media sosial ataupun Kecerdasan Buatan (AI).

Mengacu data dari GWI, tahun 2023, sebanyak 51% gen Z menggunakan telah beralih menggunakan media sosial untuk mencari informasi mengenai brand, hanya 45% yang menggunakan mesin pencari seperti Google.

Ada alasan utama mengapa gen Z lebih menyukai media sosial sebagai alat pencari.

Ini dikarenakan media sosial dinilai lebih efektif dalam memberikan informasi yang mereka inginkan dengan cepat. Hal ini telah diakui oleh 60,1% gen Z pada survei yang dilakukan Oktober 2023 yang lalu.

Menurut Shmulik, Gen Z akan memilih media sosial seperti TikTok untuk mencari rekomendasi restoran, dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif seperti ChatGPT untuk membantu menyelesaikan pekerjaan mereka.

Survei yang dilakukan oleh Forbes Advisor dan Talker Research terhadap 2.000 orang Amerika, alih-alih menggunakan Google, survey ini mencatat 45 persen Gen Z memilih menggunakan "pencarian sosial" di platform seperti TikTok maupun Instagram.

Sementara itu, mereka yang melakukan pencarian di TikTok maupun Instagram 35 persen berasal generasi milenial, Gen X 20 persen, dan generasi Boomers 10 persen.

Semakin dewasa, Gen Z akan lebih sering mengandalkan media sosial sebagai mesin pencarian utama mereka.

Kini, 53% gen Z enggunakan media sosial telah untuk mencari informasi, di luar pencarian terhadap brand.

AI Menjadi Salah Satu Mesin Pencarian Utama

Country Head of Android of Google Indonesia, Denny Galant, Gen Z kini mendominasi adaptasi penggunaan AI di Indonesia.

“Dan ini sangat luar biasa sebagai starting point. Bahwa, 43 persen ini angka yang gede,” ujarnya.

Baca Juga: ONIC Esports Membenarkan Nita Vior Pemeran Link Video Viral 15 Menit 20 Detik? Ini Fakta dan Penjelasan Lengkapnya

Hal ini juga selaras dengan hadirnya AI generatif yang bisa membantu produktivitas dan kreativitas anak muda.

Lebih dari 40% anak muda di Indonesia sudah menyadari hadirnya teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari yang dapat mempermudah pekerjaan.

Survei yang dilakukan Google, sebanyak 45% Gen Z sudah melek terhadap teknologi AI. Lain dari hal itu, 43% Gen Z juga sudah mengetahui adanya teknologi AI di ponsel. (dhila-mg-iain/kid)

Editor : Nur Wachid
#tiktok #parenting #ai #ChatGPT #alasan #Gen Z #generasi #media sosial #pola asuh #google