Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fenomena Self Reward di Kalangan Gen Z, Bentuk Apreasi Diri atau Gaya Hidup Boros? Ini Penjelasan Lengkapnya

Nur Wachid • Rabu, 20 November 2024 | 18:45 WIB
Self Reward di kalangan Gen Z
Self Reward di kalangan Gen Z

Jawa Pos Radar Lawu – Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, sebanyak 27,94% penduduk Indonesia tergolong Gen Z yang kini diidentikkan dengan generasi self reward, menjadikannya kelompok usia terbesar di negara ini.

Lalu, siapa sebenarnya Gen Z? Menurut The Oxford Dictionaries, Gen Z adalah generasi yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an.

Dengan demikian, pada tahun 2024, usia mereka berkisar antara 14 hingga 34 tahun. Gen Z ni tumbuh di era internet, yang membuat mereka sangat akrab dengan teknologi digital.

Generasi Z dikenal sebagai kelompok usia yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan mental.

Konsep work-life balance menjadi semakin relevan dalam konteks generasi ini. Keunggulan generasi Z dalam hal keseimbangan hidup dan kerja ini seringkali dikaitkan dengan kemampuan mereka untuk lebih menghargai dan menikmati hidup.

Namun, di sisi lain, perilaku ini juga dapat menimbulkan persepsi negatif di lingkungan kerja, di mana generasi Z sering dianggap kurang mampu menghadapi tekanan pekerjaan.

Kebiasaan healing dan self reward menjadi salah satu karakteristik yang menonjol dari generasi ini.

Kebiasaan ini muncul sebagai bentuk apresiasi diri sendiri setelah mencapai suatu tujuan tertentu. Self reward seringkali dianggap sebagai cara untuk menjaga motivasi dan merawat kesehatan mental.

Namun jika kebiasaan ini tidak dimanfaatkan secara bijak, kebiasaan ini juga membawa resiko terselubung, yaitu pemborosan yang tidak disadari.

mereka yang tumbuh dalam era teknologi canggih dan dominasi media sosial, telah mengintegrasikan konsep self reward ke dalam gaya hidup mereka.

Mereka sering mengaitkan penghargaan diri dengan pembelian barang atau pengalaman berharga melalui platform media online seperti Instagram, Tik Tok, dan lain sebagainya.

Akibatnya, penerimaan diri sendiri seringkali digunakan sebagai alasan untuk melakukan pengeluaran implusif, seperti memberi barang, pakaian, atau makanan yang sedang trend.

Kebiasaan inilah dapat membahayakan keuangan mereka, terutama bagi mereka yang tak memiliki penghasilan tetap.

Meski demikian, self reward dapat diakui tidak sepenuhnya buruk jika diposisikan dalam takaran yang tepat karena kebiasaan ini dapat membantu menjaga keseimbanga mental.

Namun, masalahnya terletak pada pola pikir konsumtif yang sering kali mengiringi praktik ini. Banyak Gen Z yang belum memahami bahwa penghargaan diri tidak harus selalu dalam bentuk materi.

Gen Z dapat menemukan cara yang lebih hemat dan bermakna untuk merayakan pencapaian, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga, menjalani hobi, atau bahkan sekadar menikmati waktu istirahat. (davita-mg-iain/kid)

Editor : Nur Wachid
#TREND #sosial media #gaya hidup #teknologi digital #apresiasi diri #self reward #Gen Z #kebiasaan