Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kekayaan Nusantara di Jakarta Fashion Week, Pesona Songket Palembang dalam Koleksi Menenun Benang Emas Sriwidjaja

Oktaviani Sindy • Jumat, 1 November 2024 | 16:23 WIB
Dalam festival JFW pesona songket Palembang tampak mencorong dan menjadi bentuk dari kekayaan budaya nusantara. (Istimewa)
Dalam festival JFW pesona songket Palembang tampak mencorong dan menjadi bentuk dari kekayaan budaya nusantara. (Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Pada ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2025, kekayaan wastra nusantara kembali mendapat sorotan lewat pameran kain songket khas Palembang yang memukau.

Mengusung tema “Menenun Benang Emas Sriwidjaja,” kain tradisional yang kaya akan nilai budaya ini diperkenalkan dengan sentuhan modern oleh desainer lokal berbakat Maya Ratih dan Temma Prasetio, berkolaborasi dengan PIKA-PI Group untuk meningkatkan nilai jual kain songket di pasar global.

"Indonesia merupakan negara yang kaya akan warisan kebudayaan, termasuk wastra nusantara yang dihasilkan oleh tangan terampil UMKM lokal," jelas Tata Rahmad Pribadi, selaku Ketua Umum PIKA-PI Group pada awak media, Kamis (31/10/2024).

Koleksi ini hadir dengan dua motif baru yang sarat makna, yakni Setir Nahkoda Kapal dan Burung Phoenix.

Motif Setir Nahkoda Kapal melambangkan kendali dan visi dalam menentukan arah kehidupan, mengisyaratkan bahwa setiap orang memiliki kekuatan untuk memimpin hidupnya dengan penuh tekad dan keseimbangan.

"Motif Setir Nahkoda Kapal menggambarkan kendali, visi, dan tekad untuk menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan," jelas Tata.

"Nahkoda dalam motif ini menunjukkan bahwa setiap orang dapat menentukan arah hidupnya sendiri, serta pentingnya keseimbangan dalam mengambil keputusan," tambahnya.

Sementara itu, motif Burung Phoenix dihadirkan sebagai simbol kebangkitan dan ketangguhan budaya nusantara yang selalu relevan di tengah perubahan zaman.

Burung Phoenix juga melambangkan kemampuan untuk berevolusi tanpa kehilangan akar budaya, menjadikan songket tidak hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai fashion yang tetap menarik bagi generasi muda.

Kemudian, Desain songket ini tidak hanya cantik, tetapi juga mudah untuk dikenakan sehari-hari dengan gaya yang lebih kontemporer.

Pilihan warna earth tone yang lembut, yang populer di kalangan generasi Z dan Alpha, membuat koleksi ini tampil lebih segar dan mudah di-mix and match.

Palet warna tersebut juga mempertahankan nuansa Palembang yang khas, memberikan kesan timeless pada kain songket tanpa mengurangi nilai budaya di dalamnya.

Sentuhan bahan mewah seperti jacquard, velvet, taffeta, dan linen menambah kesan glamor pada koleksi perempuan, dengan memadukan gaya modern dan keanggunan tradisi Indonesia.

Untuk koleksi pria, koleksi ini memperkenalkan gaya boxy yang dipadukan dengan kain sarung, menyatukan unsur tradisional dan kontemporer dalam satu tampilan.

Penggabungan ini menciptakan keseimbangan antara kenyamanan dan gaya, menjadikannya busana yang cocok untuk berbagai kesempatan.

Dengan koleksi ini, diharapkan kain songket Palembang dapat terus menarik minat generasi muda, menjaga warisan budaya tetap hidup dan relevan di era modern.

Lewat kolaborasi yang memadukan tradisi dan inovasi, kain songket tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga sebagai simbol perjalanan budaya dan kebanggaan akan kekayaan nusantara.

Koleksi ini menjadi bukti bahwa warisan tradisional dapat terus diperbaharui dengan sentuhan modern, tetap elegan, dan dekat di hati generasi masa kini. (okta)

Editor : Riana M.
#2024 #kain songket #palembang #nusantara #jakarta fashion week #wastra #desainer lokal