Jawa Pos Radar Lawu - Selebgram dan pengusaha skincare ternama, Shandy Purnamasari, yang tengah mengandung anak laki-laki, menunaikan nazarnya dengan memberangkatkan guru ngaji untuk umrah secara gratis.
Shandy, yang merupakan istri dari bos J99 Corp, Gilang Widya, telah lama menantikan kehadiran anak laki-laki ini, yang menjadi impiannya sejak lama.
Selain itu, Shandy yang dikenal sebagai pendiri produk kecantikan Ms. Glow, telah dikaruniai dua anak perempuan, Felicia Lasha Zafeera dan Amberly Lasha Shakayla. Kehamilan kali ini pun begitu istimewa baginya.
“Alhamdulillah tahun ini saya, kami berdua serta kedua putri kami mendapatkan hadiah yang begitu istimewa dari Allah SWT; di mana anggota keluarga kami akan bertambah,” ungkap Shandy penuh syukur.
Sejak awal, Shandy dan suami menjalani program kehamilan khusus demi mendapatkan anak laki-laki.
Saat mengetahui program ini berhasil, Shandy langsung memutuskan menunaikan nazar untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
“Di awal program ini berjalan, kami berjanji jika Allah mengabulkan ikhtiar kami, maka kami akan memberangkatkan umrah saudara-saudara muslim yang beruntung,” tutur Shandy.
Sebagai wujud syukur atas terkabulnya doa untuk anak laki-laki, Shandy melaksanakan program #NazarKehamilan.
Program ini mengirim 30 orang dengan profesi berbeda-beda untuk umrah gratis. Salah satu peserta terpilih adalah Mustafa, seorang guru ngaji dan petani asal Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Dimana, Mustafa memenuhi syarat dengan kehidupannya yang sederhana, mengajar di madrasah yang belum rampung pembangunannya.
Keseharian Mustafa di madrasah diniyah yang didirikan ayahnya pada 1984 ini begitu menginspirasi.
Dalam mengajar anak-anak, ia hanya menggunakan ranting pohon untuk menunjuk huruf-huruf Arab yang diajarkan, sedangkan para santri hanya dikenakan iuran sebesar Rp5.000 per bulan.
Tanpa menerima gaji, ia mengandalkan hasil bertani di lahan dua petak yang diwarisi dari ayahnya, dari mana ia bisa menghasilkan sekitar Rp70.000 hingga Rp100.000 per bulan.
Selama 30 tahun, Mustafa telah mengabdi di madrasah ini dengan ketulusan.
“Bisa pergi umrah menjadi mimpi saya sejak dulu. Namun saya juga menyadari dengan keadaan ekonomi keluarga saat ini, mimpi tersebut sepertinya mustahil.
Setiap hari saya hanya bisa berdoa, memohon kepada Allah SWT agar suatu saat saya mendapatkan izin dari-Nya untuk bisa pergi ke tanah suci,” tutur Mustafa penuh haru.
Di sisi lain, bagi Shandy dan Gilang, memberangkatkan umrah bukan sekadar nazar kehamilan, tetapi juga tanggung jawab sosial bagi sesama.
Selain Mustafa, puluhan muslim lainnya juga berkesempatan berangkat umrah sebagai penerima hadiah dari Shandy.
“Alhamdulillah atas izin dan rezeki dari Allah SWT, selama ini saya dan keluarga mampu menjadikan ibadah umrah sebagai agenda rutin yang kami lakukan setiap tahunnya.
Tentunya hal ini merupakan sesuatu yang sangat saya syukuri karena tidak semua orang memiliki kesempatan seperti ini,” ujar Shandy.
Shandy dan Gilang pun kini, selalu berupaya menjadikan umrah sebagai bentuk syukur, berbagi kebahagiaan dengan sesama muslim yang selama ini mendambakan ibadah ke tanah suci.
“Hal ini bukan sekedar memberikan hadiah semata, namun juga bentuk tanggung jawab sosial kami kepada umat muslim dimana banyak dari mereka yang sangat mendambakan kesempatan untuk bisa beribadah ke tanah suci dan mendekatkan diri kepada-Nya,” tutup Shandy. (okta)
Editor : Riana M.