Jawa Pos Radar Lawu – Eiichiro Oda menciptakan banyak karakter One Piece yang meski sudah tua, tapi masih punya kekuatan dahsyat.
Padahal jika di dunia nyata, semakin bertambah tua seseorang, berkurang pula stamina dan kemampuan fisiknya.
Saking dahsyatnya, lansia seperti Garp dan Shirohige, mampu mengalahkan ribuan orang.
Kekuatannya bersumber dari proses latihan panjang maupun buah iblis.
Alasan Oda membuat karakter lansia yang bertolak belakang dengan dunia nyata dijelaskan di kolom SBS 82.
Oda mengaku sangat cinta dengan orang tua.
Para orang tua dianggap punya karisma seiring bertambahnya usia.
Oda sangat membenci anak muda yang tidak memiliki rasa hormat terhadap orang tua.
Dari banyaknya karakter One Piece berusia tua yang memiliki kekuatan dahsyat, ada nama Shirohige dan Garp.
Kendati sudah ditikam, Shirohige dan Garp masih mampu memporak-porandakan markas musuhnya.
Amukan Shirohige ditunjukkan saat perang Marineford.
Kendati mendapatkan luka di bagian ulu hati, Shirohige meratakan hampir seluruh Marineford dengan kekuatan Gura Gura no Mi miliknya.
Garp tidak kalah mengerikan.
Kakek Luffy itu mengamuk di Hachinosu, markas Bajak Laut Kurohige.
Dalam pertempuran di anime One Piece 1122, Garp mendapatkan luka pada bagian perut.
Tapi wakil laksamana Angkatan Laut itu masih bisa menghancurkan kota Hachinosu dengan lompatan zig-zag.
Tinju Galaxy Divide-nya mampu mendorong mundur kepala raksasa Pulau Hachinosu.
Pukulan itu membuat Pizzaro, si manusia pulau, berdarah.
Padahal Pizarro sudah berlindung di balik kekuatan buah iblisnya.
Garp dan Shirohige hanya dua dari beberapa karakter One Piece yang meski sudah tua, tapi masih punya kekuatan dahsyat.
Ikuti terus informasi menarik tentang One Piece di Radar Lawu. (cor)
Editor : Andi Chorniawan