Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Biar Nggak Kikuk Sungkem Calon Mertua saat Lebaran, Berikut Contoh Lengkap Ucapan Sungkem Bahasa Jawa Krama Halus, Lengkap dengan Artinya Lho

Nur Wachid • Senin, 1 April 2024 | 17:50 WIB
Contoh ucapan sungkem saat lebaran menggunakan bahasa Jawa Krama Halus. (ISMARLEY VIA PINTEREST)
Contoh ucapan sungkem saat lebaran menggunakan bahasa Jawa Krama Halus. (ISMARLEY VIA PINTEREST)

Jawa Pos Radar Lawu - Hari Raya Idul fitri merupakan hari di mana biasanya berlangsung tradisi sungkem atau bermaaf-maafan kepada sanak saudara, keluarga, kerabat dan tetangga.

Tradisi sungkem ini sudah ada sejak lama dan turun-temurun hingga sekarang. 

Setiap daerah memiliki tadisi bermaaf-maafan yang berbeda beda dan unik. Misalnya seperti di Jawa yang sangat kental dengan tradisi sungkeman saat hari raya idul fitri.

Sungkem ini dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua, seperti bapak dan ibu, kakek dan nenek bahkan buyut sekalipun harus disungkemi.

Tujuannya untuk meminta maaf, namun menggunakan bahasa Jawa krama untuk menununjukkan tata krama kepada orang yang lebih tua.

Di zaman modern ini, tidak banyak anak-anak muda yang dapat menggunakan bahasa krama Jawa yang baik dan benar. Sehingga akan mengalami sedikit kesulitan ketika melakukan sungkem.

Biasanya muda-mudi akan melakukan hafalan apa yang hendak diucapkan kepada orang tua ketika sungkem.

Berikut contoh kata-kata bahasa Jawa yang dapat dijadikan referensi ketika melakukan sungkem kepada orang yang lebih tua pada hari raya idul fitri. 

1. "Ngaturaken sembah pangabekti kawula kagem panjenengan. Sepinten kalepatan kula, lampah kawula setindak, paben kula sak kecap ingkang mboten angsal idining sarak, kula nyuwun pangapunten lan mugi mugi saget dilineburo ing dinten rioyo puniko."

(Saya mengucapkan perminta maafan atas semua kesalahan dari semua tindakan saya, setiap ucapan saya yang sembarangan. Saya meminta maaf dan semoga di hari raya ini kesalahan saya dapat dimaafkan). 

Baca Juga: Cuma 5 Menit dari Alun-alun Magetan, Magetan Park Destinasi Wisata Keluarga yang Wajib Banget Dikunjungi Saat Libur Lebaran

2. "Ngaturaken wilujeng riyadin, nyuwun agunging pangapunten. Kula menawi katah kalepatan ingkang disengojo utawi mboten kula sengojo dumatheng panjenenga sami, kula nyuwun agunging pangaksami."

(Saya mengucapkan hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Apabila saya mempunyai salah yang disengaja atau tidak sengaja kepada anda sekeluarga, saya minta maaf).

3. "Ing bakdo riyadin puniko kula ngaturaken pangapunten seageng agengipun anggen kula tumindak lan tetembung, menawi tasih wonten katah kalepatan. Mugi mugi ing dinten meniko, kalepatan kula kalih penjengan sami saget dilinebur lan diijabah denging gusti moho agung."

(Di hari raya idul fitri ini saya meminta maaf sebesar besarnya atas tindakan dan ucapan saya. Semoga di hari ini kesalahan saya kepada anda dapat dimaafkan dan diridhoi oleh Allah SWT).

4. "Kula ngaturaken sugeng riyadin lan ugi nyuwun pangapunten sekatahin kalepatan kula marang penjenengan sakeluarga."

(Saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri dan juga meminga maaf sebanyak banyaknya atas kesalahan yang pernah saya perbuat kepada anda dan keluarga). 

5. "Ing dinten riyadin puniko, kula nyuwun pangapunten sing ageng menawi tumindak lan anggen kula tetembung tasih nyakiti penggalih Bapak kalihan ibu.''

(Di hari idul fitri inj, saya minta maaf sebesar besarnya atas tindakan dan ucaoan saya yang menyakiti hati bapak dan ibu). (riz/kid)

Editor : Nur Wachid
#lebaran #Sungkem #Bahasa Krama #jawa #tradisi #ucapan #idul fitri