Jawa Pos Radar Lawu - Kota Kediri tak hanya terkenal sebagai kota santri dan pusat pendidikan Islam seperti Pondok Pesantren Lirboyo, tetapi juga sebagai surga kuliner khas Jawa Timur yang menggoda selera.
Di sekitar kawasan pesantren, berjejer aneka warung legendaris yang menjadi langganan para santri, alumni, hingga peziarah yang datang berkunjung. Cita rasa sederhana, harga bersahabat, dan kehangatan khas Kediri menjadi daya tarik utama kuliner di kota ini.
1. Nasi Pecel Kediri
Tak ada yang lebih identik dengan Kediri selain nasi pecel. Hidangan ini hampir selalu hadir di meja makan para santri Lirboyo setiap pagi. Sepiring nasi hangat disiram sambal kacang yang gurih pedas, dilengkapi sayuran segar seperti kangkung, tauge, dan kenikir.
Di sekitar pesantren, banyak warung pecel legendaris, salah satunya Pecel Tumpang Bu Pri di sekitar Jalan KH. Hasyim Asy’ari. Kuahnya kental dan aroma petisnya khas Kediri banget. Bagi santri, nasi pecel bukan sekadar sarapan, melainkan simbol kebersamaan dan kehangatan dalam kesederhanaan.
2. Tahu Takwa
Kediri dikenal sebagai Kota Tahu, dan varian paling ikonik adalah Tahu Takwa. Ciri khasnya berwarna kuning cerah dengan tekstur padat di luar namun lembut di dalam. Rasanya gurih tanpa perlu banyak bumbu tambahan.
Santri biasanya membeli tahu takwa di kawasan Tinalan atau Tahu Poo Kediri, baik untuk lauk harian maupun oleh-oleh ketika pulang ke kampung halaman. Selain digoreng, tahu ini juga nikmat disajikan dalam bentuk sambal tahu atau campuran pecel tumpang.
3. Nasi Tumpang
Jika nasi pecel adalah ikon pagi hari, maka nasi tumpang menjadi sajian penuh makna bagi masyarakat Kediri. Kuahnya terbuat dari tempe semangit (tempe yang difermentasi agak lama), dimasak dengan santan dan rempah sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit asam, dan unik.
Warung tumpang di sekitar Lirboyo, seperti di daerah Setono Gedong, sering menjadi tujuan para santri di akhir pekan. Selain lezat, nasi tumpang juga mencerminkan filosofi kesabaran dan ketekunan dua nilai yang sangat dijunjung di pesantren.
4. Soto Kediri
Saat cuaca Kediri mulai dingin di pagi hari, semangkuk soto Kediri bisa jadi penghangat tubuh yang sempurna. Kuahnya berwarna kuning pekat dengan aroma rempah yang khas, berisi daging ayam kampung, bihun, dan perkedel.
Beberapa santri Lirboyo kerap mampir ke warung Soto Podjok Kediri di sekitar pusat kota—salah satu soto tertua dan paling legendaris. Harganya ramah di kantong, porsinya pas untuk tenaga belajar seharian penuh.
5. Jenang Pisang dan Getuk Pisang
Di waktu senggang, camilan tradisional seperti jenang pisang atau getuk pisang jadi favorit para santri. Keduanya terbuat dari pisang matang yang diolah dengan cara tradisional, menghasilkan rasa manis alami yang lembut di lidah.
Biasanya dijual di pasar dekat pesantren, camilan ini cocok untuk teman belajar atau ngaji sore. Selain lezat, makanan-makanan tradisional ini juga menjadi simbol kearifan lokal yang masih terjaga di tengah modernisasi kota.
6. Wedang Cemue
Selepas salat isya, beberapa santri sering menikmati wedang cemue, minuman hangat berisi kacang tanah, potongan roti, dan santan. Rasanya gurih manis, dengan sensasi hangat yang menenangkan. Banyak penjual keliling yang menjajakan wedang ini di sekitar area Lirboyo setiap malam, menjadi penutup sempurna sebelum waktu istirahat.(galuh-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid