PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Jenang, jajanan tradisional yang terbuat dari olahan beras ketan dicampur gula menghasilkan rasa yang khas.
Apalagi saat momen lebaran nanti pasti banyak jenis olahan jenang yang disuguhkan di meja maupun untuk oleh-oleh pulang kampung.
Ponorogo memiliki banyak pusat oleh-oleh yang memproduksi langsung olahan jenang dodol khas kota reyog tersebut.
Salah satunya, pusat oleh-oleh khas Ponorogo, yaitu Teguh Raharjo, sentra jenang legendaris turun-temurun yang berdiri sejak tahun 1982.
Kini, berlokasi di Jalan Wibisono Nomor 90 Kelurahan Kepatihan, Ponorogo, dan cabangnya ada di Jalan Arif Rahman Hakim Ruko Puri Keniten, Ponorogo (Depan SPBU Cekok atau selatan Terminal Seloaji).
Pusat oleh-oleh Khas Ponorogo ini merupakan pusat olahan jenang legendaris jenis dodol dengan kualitas bahan lokal hasil bumi, tanpa pengawet, namun rasanya dijamin bikin meleleh.
“Bahan bakunya simpel aja, dari hasil bumi yang lokalan, dan tanpa pengawet,” jelas Rudi Hartono, generasi keempat yang turut membantu menjalankan usaha Jenang Teguh Raharjo.
Jenang Teguh Raharjo dirintis keluarga Sri Harijati. “Usaha ini dulunya milik nenenknya ibu saya, dan alhmadulillah bisa berkembang hingga sekarang,” pungkasnya.
Sebelumnya sentra jenang Teguh Raharjo hanya memproduksi varian jenang ketan, beras, dan wajik atau disebut varian original.
Seiring berjalannya waktu, usaha produksinya yang semakin berkembang. Termasuk menambah varian jenang berbagai rasa yang cukup unik.
Berikut, 24 varian rasa jenang dodol legendaris yang diproduksi Teguh Raharjo:
1. Jenang Ketan
2. Jenang Ketan Wijen
3. Jenang Beras
4. Jenang Wajik
5. Jenang Durian
6. Jenang Kentang
7. Jenang Waluh
8. Jenang Pisang
9. Jenang Nanas
10. Jenang Tape
11. Jenang Krasikan
12. Jenang Nangka
13. Jenang Tomat
14. Jenang Mangga
15. Jenang Coklat Kurma
16. Jenang Wortel
17. Jenang Terong
18. Jenang Belimbing
19. Jenang Sirsak
20. Jenang Kacang Hijau
21. Jenang Coklat Susu
22. Jenang Ubi Ungu
23. Jenang Jambu Merah
24. Jenang Jagung Manis
Satu pack varian berisi 18 biji atau 500 gram. Seluruh varian rasa jenang dodol dijual dengan harga sama, Rp 20 ribu saja.
Soal kualitas rasa, tak diragukan lagi. Jenang dodol Teguh Raharjo menjaga proses produksi dijalankan dengan baik.
Proses produksi tersebut menerapkan dua metode pengolahan. Yakni, secara tradisonal dengan tenaga manual dan modern dengan alat mesin.
Dalam sekali produksi menghasilkan 150 item dalam kurun waktu kurang lebih enam jam setiap harinya.
''Setiap varian itu beda proses olahannya, seperti jenang wajik masih dengan proses tradisional selain itu sudah modern,'' ungkap pria 53 tahun itu.
Hampir dipastikan produk jenang dodol Teguh Rahardjo sulit dicari di pasaran. Rudi menjelaskan, 90 persen hasil produksi dikelola sendiri, dan hanya 10 persen bekerja sama dengan reseller terpercaya.
Jadi, jika kalian ingin mencari jenang dodol Teguh Rahardjo silahkan datang ke pusatnya langsung ataupun via online melalui reseller.
Jenang dodol Teguh Raharjo menjadi langganan orang-orang bepergian ataupun mudik untuk dijadikan oleh-oleh khas Ponorogo.
Selain untuk oleh-oleh, Jenang Dodol Teguh Rahardjo dipesan untuk hajatan maupun acara adat lain, di mana konsumen bisa request sesuai desain yang diinginkan.
“Ya, mayoritas konsumen kami orang simpel dan gak mau ribet aja,” ungkap Rudi Hartono.
Bagi pemudik dalam kota maupun luar kota wajib mampir untuk membawa oleh-oleh Jenang Dodol Teguh Rahardjo, agar saudaramu, teman, kerabatmu di perantauan bisa mencicipi oleh-oleh khas Ponorogo satu ini. (okta-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid