Jawa Pos Radar Lawu – Sebuah puntung rokok yang nyaris terlupakan akhirnya mengungkap kebenaran kelam dari kasus pembunuhan Mary McLaughlin, seorang ibu sebelas anak yang tewas dicekik di Glasgow, Skotlandia pada tahun 1984.
Setelah 35 tahun menjadi misteri, pelakunya akhirnya teridentifikasi dan divonis bersalah berkat kemajuan teknologi forensik.
Mary terakhir kali terlihat hidup pada malam Rabu, 26 September 1984, saat berjalan sendirian sambil membawa belanjaan menuju flat sempitnya di Laurel Street.
Enam hari kemudian, tubuhnya ditemukan membeku di tempat tidur oleh salah satu putranya.
Pemeriksaan medis menyebut ia dicekik dengan tali jubah mandi yang ditemukan melilit lehernya.
Polisi sempat menemukan petunjuk penting berupa puntung rokok yang tampak dihisap tergesa-gesa, namun teknologi saat itu belum mampu mengungkap identitas pelaku.
Bertahun-tahun lamanya, keluarga Mary hanya bisa berharap keadilan akan datang.
Baru pada tahun 2014, harapan itu menyala kembali. Tim Peninjauan Kasus Lama dari Layanan Forensik SPA menggunakan teknologi DNA terbaru untuk menganalisis ulang barang bukti yang dahulu tidak terbaca.
Dari hasil penyelidikan, nama Graham McGill muncul sebagai pelaku utama.
Pria itu, yang saat kejadian baru saja mendapat cuti bersyarat dari penjara karena kasus kekerasan seksual, ternyata meninggalkan DNA-nya.
DNA itu ditemukan pada puntung rokok, tali jubah mandi, dan pakaian korban.
Pada 4 Desember 2019, McGill ditangkap dan didakwa di Pengadilan Tinggi Glasgow. Vonis bersalah akhirnya dijatuhkan setelah 35 tahun kasus ini mengendap.
Kepala Detektif Suzanne Chow menegaskan bahwa keadilan tidak pernah mengenal kata kedaluwarsa.
“Meskipun kejahatan ini terjadi bertahun-tahun lalu, keadilan akhirnya ditegakkan. Keluarga Mary telah lama menanti, dan saya berharap putusan ini memberi ketenangan bagi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Joanne Cochrane dari tim forensik SPA menyatakan bahwa bukti DNA adalah kunci.
“Teknologi terkini memungkinkan kami menghubungkan pelaku dengan barang bukti yang sebelumnya tidak bisa diproses. Ini menunjukkan pentingnya menyimpan dan menjaga TKP, karena teknologi akan terus berkembang,” tuturnya. (aan/naz)
Editor : Mizan Ahsani