KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Keunikan arsitektur Masjid Kuno Kuncen terlihat dari relief-relief dan model bangunannya yang masih kental dengan nuansa Masjid Agung Demak.
‘’Memang tidak bisa dipungkiri, karena pencetusnya keturunan langsung dari Sultan Trenggono, pimpinan Kesultanan Demak,’’ ujar Mbah Munir, Juru Kunci Masjid Kuno Kuncen sambil menunjukan bangunan masjid.
Selain itu, di sekitar area Masjid Kuno Kuncen juga terdapat beberapa artefak kuno yang menyerupai batu candi dan tempayan bertuliskan huruf arab.
“Bentuknya hampir mirip gentong air, itu sebenarnya ada dua tetapi yang satu boncet,” jelas pria berusia 75 tahun itu.
Munir menjelaskan bahwa batu yang disebut boncet itu memiliki fungsi sebagai penunjuk waktu salat pada zaman dulu lewat bayangan sinar matahari.
Boncet terletak di sebelah tempat wudu, tepatnya depan gerbang pintu masuk makam yang ada di belakang masjid.
Boncet bersandingan dengan tempayan yang terdapat tulisan arab samar-samar. Kendati sulit terbaca, kedua benda bersejarah itu masih lestari dan terawat hingga kini.
Di sisi lain juga terdapat makam atau tepatnya petilasan muksanya Adipati Madiun pertama dan beberapa Adipati lainnya.
Meski beberapa bagian masjid telah mengalami perbaikan, namun empat tiang penyangga yang ada di dalam masjid masih asli dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah masjid ini.
“Pendapa di depan masjid itu bukan bangunan lama, tapi baru meski bentuknya seperti bangunan lama. Serambi depan dan atap genting masjid juga sudah baru semua, dulukan cuma bangunan masjid dan makam saja,” jelasnya.
Baca Juga: Situs Watu Dukun, Sampung, Ponorogo: Kawah Candradimuka Raja Airlangga Usai Kerajaan Medang Runtuh
Pemerintah Kota Madiun menambahkan satu bangunan megah sebagai ikonik yang selaras dengan gaya kontruksi Masjid Kuncen yaitu sebuah menara.
Di bangun DPUPR setempat dengan tinggi 18 meter dan diresmikan pada 20/12/2023 lalu oleh Wali Kota Madiun Maidi, bersamaan dengan situs sendang panguripan di belakang masjid.
“Ide itu atas usulan dari Pak Kyai, minta dibuatkan menara masjid sama pak walikota,”tambahnya.
Dengan berbagai cerita dan sejarah yang menyertainya, masjid ini menjadi salah satu peninggalan berharga yang wajib dijaga dan dilestarikan. (okta-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid