Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menelusuri Sejarah Situs Petirtaan Dewi Sri di Magetan: Warisan Arkeologi Kerajaan Mataram Kuno hingga Legenda Dewi Sri (Bagian 1)

Nur Wachid • Rabu, 7 Februari 2024 | 14:45 WIB
BERSEJARAH: Situs Petirtaan Dewi Sri di Magetan menyimpan historis tersambung Kerajaan Mataran dan mitos tentang Dewi Sri. (OKTA MAGANG PNM/RADAR LAWU)
BERSEJARAH: Situs Petirtaan Dewi Sri di Magetan menyimpan historis tersambung Kerajaan Mataran dan mitos tentang Dewi Sri. (OKTA MAGANG PNM/RADAR LAWU)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Sejak Abad ke 9 tahun Saka sekitar 813, Petirtaan Dewi Sri merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram Kuno yang berada di Kabupaten Magetan. Petirtaan Dewi Sri berlokasi di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, Magetan, Jawa Timur.

Pada masa Belanda, Petirtaan Dewi Sri disebut Sendang Beji. Namun, setelah ditemukannya Arca Dewi Sri dalam situs tersebut, masyarakat menyebut sebagai Petirtaan Dewi Sri.

Peninggalan Petirtaan Dewi Sri, merupakan sumber mata air. Konon, Petirtaan Dewi Sri dijadikan sebagai tempat pemandian suci oleh bangsawan kerajaan masa itu.

Di sekitar Petirtaan Dewi Sri, terdapat banyak peninggalan arkeologi berupa tujuh miniatur. Seperti lumbung, fragmen arca, palung batu, yoni, sumur kuno, dan fragmen kemuncak.

Peninggalan tersebut diduga dibangun dalam satu masa pemerintahan Dharmawangsa Teguh hingga Raja Airlangga.

‘’Relief arkeologinya hampir sama dengan yang di Jolotundo Mojokerto dan Pasuruan,’’ ungkap Sumiran.

Situs Candi Simbatan berbentuk petirtaan dengan luas 400 meter dan kedalaman enam meter, terbuat dari batu bata.

Dalam bilik Petirtaan Dewi Sri di dasar kolam candi, ditemukan arca perempuan yang diidentifikasi sebagai Dewi Sri atau Dewi Laksmi.

Arca Dewi Sri dilambangkan sebagai dewi kemakmuran dan kesuburan dalam kepercayaan Hindu. Petirtaan ini, sering digunakan untuk acara adat, termasuk Festival Dewi Sri atau disebut sebagai tari ikan yang diadakan setiap tahun.

Arca Dewi Sri ini yang menentukan bahwa peninggalan ini bercorak agama Hindu. Sosok Dewi Sri sendiri merupakan istri dari Bathara Wisnu.

Baca Juga: Tari Jalak Lawu dan Kisah Setia Wongso Menggolo pada Brawijaya V, Tarian Khas Magetan

Diawal turunnya ke dunia ini, Dewi Sri mengalami penderitaan yang begitu luar biasa. Sosok Lembu Gumarang atau Kolo Gumarang begitu terpesona dengan ambisi untuk menjadikan ia Istrinya.

Karena Dewi Sri tidak ingin dipersuntingnya, lalu turun ke dunia. Namun, tak menyusutkan niat Lembu Gumarang dan ikut turun ke dunia.

Setelah turun ke dunia Dewi Sri menjelma sebagai padi, lalu karena cintanya yang begitu besar Lembu Gumarang rela mengubah dirinya menjadi seekor sapi.

Dengan maksud agar setiap saat bersama Dewi Sri di tengah persawahan untuk membajak sawah. Akibatnya, Dewi Sri  tumbuh menjadi batang-batang dan bulir padi yang begitu subur.  *** bersambung (okta-magang-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#sendang beji #Petirtaan Dewi Sri #magetan #Lembu Gumarang #kerajaan mataram kuno