MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Tari Jalak Lawu merupakan tarian khas Magetan.
Nama tarian tersebut diambil dari spesies burung Jalak Lawu yang dikenal asli dan berhabitat di Gunung Lawu.
Baca Juga: Tiga Cara Mudah dan Kreatif Menjadi Barista di Rumah
Adapun gerakan Tari Jalak Lawu terinspirasi Wongso Menggolo, tokoh yang lekat dengan cerita rakyat Gunung Lawu dan Brawijaya V.
Wongso Menggolo merupakan abdi setia yang mengawal Brawijaya V menuju Hargo Dumilah, puncak Gunung Lawu.
Baca Juga: Tren Warna Rambut 2024, Warna Milk Tea Jadi Primadona, Begini Tips Perwwatannya
Dia diangkat patih dan ditugaskan mengawal anak cucu Brawijaya V kelak sampai di Hargo Dumilah dengan selamat.
Konon, Wongso Menggolo menjelma menjadi Jalak Lawu. Pun keberadaannya sering ditemukan pendaki saat perjalanan menuju puncak Gunung Lawu.
Karena itu, gerakan Tari Jalak Lawu mengandung nilai-nilai filosofi sebagaimana ditunjukkan Wongso Menggolo sebagai orang kepercayaan Brawijaya V.
Baca Juga: Mencicipi Nasi Pecel Lethok, Kuliner Khas Ngawi: Perpaduan Rasa Pedas dan Asamnya Menggugah Selera
Baca Juga: Kala Gus Sholah Ditawari Jadi Bendahara PBNU
Mulai nilai religius, patriotisme, kesabaran, kesetiaan, budi pekerti luhur, kasih sayang kepada sesama.
Tari Jalak Lawu ditetapkan sebagai tarian khas Magetan pada 2 Agustus 2022 lalu.
Baca Juga: Puntung Rokok
Adapun dasar penetapan sebagai upaya uri-uri budaya lokal Kabupaten Magetan. (kid)
Editor : Nur Wachid