Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Jangan Dianggap Sepele! Perubahan di Kaki Bisa Jadi Alarm Masalah Jantung hingga Diabetes, Ini Penjelasan Dokter

Rimba Febriani • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:55 WIB
Merendam kaki dalam air hangat yang dicampur garam laut atau sedikit cuka dapat membantu meredakan rasa gatal dan perih.
Merendam kaki dalam air hangat yang dicampur garam laut atau sedikit cuka dapat membantu meredakan rasa gatal dan perih.

Jawa Pos Radar Lawu - Kaki sering kali luput dari perhatian saat membicarakan kesehatan.

Padahal, menurut Konsultan Bedah Vaskular dan Endovaskular Aster RV Hospital, India, Dr. A. Arun Kumar, berbagai perubahan pada kaki bisa menjadi sinyal awal gangguan kesehatan serius, mulai dari masalah jantung hingga pembuluh darah.

Seperti dikutip dari Hindustan Times (Jumat, 16/1), Dr. Kumar mengingatkan bahwa keluhan seperti bengkak, kaki terasa dingin, kram malam hari, kesemutan, hingga perubahan warna kulit tidak boleh diabaikan. Berikut tanda-tanda pada kaki yang perlu diwaspadai.

1. Kaki Bengkak, Bisa Berkaitan dengan Jantung

Pembengkakan pada telapak kaki, betis, atau pergelangan bisa menandakan gangguan pada organ vital, terutama jantung. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah atau cairan limfa tidak berjalan optimal, sehingga cairan menumpuk di jaringan dan memicu edema.

Pada kasus gagal jantung, jantung tidak mampu memompa darah secara maksimal, menyebabkan cairan mengendap di kaki akibat pengaruh gravitasi. Selain itu, kaki bengkak juga dapat berkaitan dengan bekuan darah, gangguan ginjal, hingga penyakit hati seperti sirosis. Jika pembengkakan muncul tiba-tiba, semakin berat, atau disertai sesak napas, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.

2. Kaki Terasa Dingin Terus-Menerus

Kaki yang tetap dingin meski sudah dihangatkan bisa menjadi tanda penyakit arteri perifer. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan plak di pembuluh darah kaki, yang menghambat aliran darah dan suplai oksigen.

Dr. Kumar menegaskan, penyakit ini tidak hanya menyebabkan kaki dingin, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Gejala lain yang bisa menyertai antara lain kram saat berjalan dan luka yang sulit sembuh. Risiko lebih tinggi dialami oleh perokok, penderita anemia, dan hipotiroidisme.

3. Kram Kaki Sering Muncul di Malam Hari

Kram kaki sesekali memang umum terjadi. Namun, jika kram sering muncul dan mengganggu istirahat, hal ini patut dicurigai. Menurut Dr. Kumar, kondisi tersebut bisa dipicu oleh dehidrasi, efek samping obat, atau ketidakseimbangan elektrolit.

Selain itu, kram juga bisa menjadi tanda sirkulasi darah yang buruk atau gangguan ginjal. Jika kram berlangsung berulang, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah pembuluh darah atau saraf.

Baca Juga: 7 Cara Mencegah Cedera saat Olahraga agar Hasil Latihan Maksimal Tanpa Risiko

4. Warna Kulit Berubah atau Luka Sulit Sembuh

Perubahan warna kulit kaki menjadi cokelat kemerahan, ungu, atau lebih gelap dapat menandakan gangguan sirkulasi, seperti insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika darah menumpuk di pembuluh vena yang rusak dan merembes ke jaringan kulit.

Selain itu, luka kecil yang sulit sembuh, terutama pada penderita diabetes, perlu diwaspadai. Luka yang tidak membaik dalam 7–10 hari, khususnya pada usia lanjut, sebaiknya segera diperiksa oleh tenaga medis.

5. Kaki Mati Rasa atau Kesemutan

Kesemutan memang bisa muncul akibat terlalu lama duduk atau kurang bergerak. Namun, jika sensasi ini menetap atau sering kambuh, Dr. Kumar mengingatkan bahwa hal tersebut bisa menjadi tanda diabetes.

Kesemutan seperti tertusuk jarum dapat mengarah pada neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang. Kondisi ini juga berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

6. Kaki Kemerahan Secara Tiba-Tiba

Kemerahan yang muncul mendadak pada kaki tidak boleh dianggap remeh. Dr. Kumar menyebut kondisi ini bisa mengarah pada trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), yaitu pembekuan darah yang berpotensi mengancam nyawa.

DVT memerlukan penanganan segera karena bekuan darah dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan komplikasi fatal. Risiko meningkat pada orang yang lama tidak bergerak, baru menjalani operasi, atau melakukan perjalanan jauh.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini, Dr. Kumar menekankan pentingnya tidak menunda pemeriksaan medis. Deteksi dan penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius dan meningkatkan peluang pemulihan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#tips kesehatan #gangguan pembuluh darah #penyakit jantung #diabetes #kesehatan kaki