Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang mengalami gangguan tidur karena pasangan mendengkur keras sepanjang malam, membuat kualitas istirahat terganggu.
Kebiasaan mendengkur keras sering dianggap normal, padahal bisa menjadi pertanda gangguan tidur serius: sleep apnea.
Sleep apnea adalah kondisi medis di mana pernapasan berhenti berulang kali saat tidur, yang berdampak serius pada kesehatan jangka panjang.
Gangguan ini tidak hanya mengurangi kualitas tidur penderita dan pasangannya, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Gejala sleep apnea bervariasi tergantung jenisnya.
Tiga jenis utama adalah obstructive sleep apnea (OSA), central sleep apnea (CSA), dan complex sleep apnea syndrome (gabungan keduanya). Gejala umum meliputi:
-
Mendengkur keras
-
Napas berhenti tiba-tiba saat tidur
-
Terengah-engah saat tidur
-
Bangun dengan mulut kering
-
Sakit kepala di pagi hari
-
Sulit tidur atau insomnia
-
Mengantuk berlebihan di siang hari
-
Kesulitan berkonsentrasi
-
Mudah marah
1. Obstructive Sleep Apnea (OSA)
OSA terjadi ketika otot tenggorokan mengendur dan menyumbat jalur udara saat tidur.
Otak akan membangunkan tubuh agar pernapasan kembali normal, yang bisa terjadi puluhan hingga ratusan kali per malam. Faktor risiko OSA meliputi:
-
Kelebihan berat badan atau obesitas
-
Lingkar leher besar
-
Saluran napas sempit
-
Jenis kelamin laki-laki
-
Usia lanjut
-
Riwayat keluarga dengan sleep apnea
-
Konsumsi alkohol atau obat penenang
-
Merokok
-
Hidung tersumbat
-
Kondisi medis tertentu seperti hipertensi, diabetes, gagal jantung, asma
2. Central Sleep Apnea (CSA)
CSA berbeda karena otak gagal mengirim sinyal ke otot pernapasan, sehingga napas berhenti tanpa penyumbatan fisik. Faktor risiko CSA antara lain:
-
Usia lanjut
-
Jenis kelamin laki-laki
-
Gangguan jantung, terutama gagal jantung kongestif
-
Penggunaan obat opioid jangka panjang
-
Riwayat stroke
3. Cara Mencegah Sleep Apnea
Meskipun beberapa faktor risiko tidak bisa diubah, langkah pencegahan tetap bisa dilakukan:
-
Menjaga berat badan ideal
-
Menerapkan pola makan sehat dan olahraga rutin
-
Menjaga kebersihan tidur: jadwal tidur teratur, lingkungan nyaman, matikan perangkat elektronik sebelum tidur
-
Mengontrol kondisi kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi
-
Pemeriksaan rutin ke dokter minimal setahun sekali
-
Menghindari merokok dan konsumsi alkohol
Sleep apnea adalah gangguan serius yang tidak boleh diabaikan.
Deteksi dini melalui pengenalan gejala dan faktor risiko penting untuk mencegah komplikasi serius, termasuk masalah jantung.
Jika Anda atau pasangan mengalami gejala yang disebutkan, segera konsultasikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat. (fin)
Editor : AA Arsyadani