Jawa Pos Radar Lawu - Superfood kini bukan lagi sekadar istilah kesehatan, melainkan sudah menjelma menjadi tren global.
Mulai dari menu sarapan sehat hingga hidangan penutup kekinian, makanan seperti quinoa, chia seed, acai berry, hingga spirulina semakin mudah ditemui, terutama di meja makan masyarakat urban.
Restoran dan kafe pun berlomba-lomba menambahkan label “superfood” pada menunya untuk menarik pelanggan yang ingin terlihat sehat sekaligus stylish.
Namun pertanyaan pun muncul: Apakah superfood benar-benar penting untuk kesehatan, atau hanya tren gaya hidup sementara?
Mengapa Tren Superfood Meningkat?
Ada beberapa faktor yang membuat konsumsi superfood semakin populer:
1. Kesadaran Gaya Hidup Sehat
Masyarakat semakin peduli pada kesehatan dan kualitas hidup. Superfood dianggap sebagai jalan pintas menuju tubuh sehat karena kaya vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan omega-3.
2. Pengaruh Media Sosial
Instagram, TikTok, hingga YouTube mempopulerkan tren ini lewat konten visual menarik. Smoothie bowl warna-warni atau salad kale sering menjadi simbol modernitas dan gaya hidup sehat.
Baca Juga: 10 Kombinasi Buah Segar untuk Infused Water, Ampuh Bantu Diet, Detox, dan Bikin Tubuh Auto Sehat!
3. Strategi Pemasaran
Label “superfood” memberi kesan premium. Banyak produsen menaikkan nilai jual produknya dengan branding tersebut, meski kandungan gizinya setara dengan makanan lokal.
Superfood Impor vs. Superfood Lokal
Tren superfood sering didominasi produk impor dengan harga mahal, seperti quinoa, kale, goji berry, atau acai berry. Namun, Indonesia sebenarnya punya superfood lokal yang tidak kalah bergizi dan lebih ramah di kantong, misalnya:
-
Tempe – Kaya protein nabati dan probiotik alami
-
Daun kelor – Tinggi vitamin A, C, dan kalsium
-
Ubi ungu – Sumber antioksidan (antosianin)
-
Jambu biji – Kandungan vitamin C lebih tinggi dari jeruk
-
Kacang hijau – Tinggi serat dan rendah lemak
Sayangnya, makanan lokal sering dianggap biasa karena kurang “branding” dan tidak divisualisasikan seatraktif produk impor.
Bijak Menyikapi Tren Superfood
Tren superfood membawa dampak positif karena meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi dan hidup sehat. Namun, kita perlu bijak menyikapinya. Hidup sehat tidak harus mahal atau bergantung pada produk impor.
Superfood bisa berasal dari dapur rumah sendiri atau pasar tradisional. Kuncinya adalah memahami kandungan gizi, menerapkan pola makan seimbang, dan tidak mudah terjebak pada kemasan maupun tren semata.
Superfood memang bermanfaat, tetapi label “super” bukan satu-satunya penentu kesehatan. Makanan lokal pun bisa menjadi superfood jika dikonsumsi dengan benar. Jadi, apakah superfood hanya sekadar gaya-gayaan? Jawabannya tergantung pada cara kita memaknainya. (fin)