Jawa Pos Radar Lawu – Memasuki Bulan Ramadhan, Kurma menjadi salah satu menu hidangan yang sering disajikan ketika berbuka.
Selain sifatnya yang sunnah karena dianjurkan oleh Rasulullah SAW, mengonsumsi kurma sebelum menyantap hidangan utama memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
Kandungan gula alami yag terdapat dalam buah kurma dapat membantu mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa, sementara kandungan seratnya berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Selain itu, kurma juga kaya akan nutrisi penting seperti kalium, magnesium, dan zat besi yang dibutuhkan tubuh agar tetap bugar selama menjalani ibadah puasa.
Dalil Anjuran Berbuka dengan Kurma
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda
"Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan kurma, sebab kurma itu mendatangkan berkah. Namun apabila tidak ada, berbukalah dengan air karena air itu bersih." (HR Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan bahwa kurma adalah makanan yang memiliki keberkahan dan menjadi pilihan utama Nabi Muhammad SAW ketika berbuka puasa.
Selain itu, Anas bin Malik RA juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW biasa berbuka dengan beberapa butir kurma basah (ruthab).
Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering (tamr), dan jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan seteguk air (HR Tirmidzi).
Manfaat Kurma untuk Kesehatan Saat Berbuka Puasa
Dilihat dari segi kesehatannya, berbuka dengan kurma ternyata memiliki banyak manfaat yang mendukung tubuh setelah seharian berpuasa.
Kurma kaya akan zat gizi yang sangat dibutuhkan untuk memulihkan energi secara cepat. Berikut adalah beberapa manfaatnya
- Sumber Energi Cepat
Kurma mengandung sekitar 70-75% karbohidrat dalam bentuk gula alami, seperti glukosa dan fruktosa.
Gula ini mudah dicerna oleh tubuh dan langsung diserap ke dalam aliran darah, sehingga dapat segera mengembalikan energi yang hilang selama berpuasa.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Selama puasa, sistem pencernaan bekerja lebih lambat karena tubuh tidak mendapat asupan makanan sepanjang hari.
Kurma mengandung serat alami yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
- Menghidrasi Tubuh
Kurma memiliki kadar air sekitar 20-24%, terutama pada jenis kurma basah. Kandungan air ini membantu menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
- Menjaga Keseimbangan Elektrolit
Kurma mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium, yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Saat berpuasa, tubuh kehilangan elektrolit melalui keringat dan aktivitas sehari-hari.
Mengonsumsi kurma saat berbuka membantu mengembalikan keseimbangan ini dan mencegah dehidrasi.
- Menstabilkan Gula Darah
Meskipun rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Mengapa Kurma Dikonsumsi Sebelum Makanan Utama?
Mengonsumsi kurma sebelum makanan utama bukan hanya sunnah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Berikut alasannya:
- Menghindari Gangguan Pencernaan
Jika kamu langsung makan makanan berat setelah puasa, sistem pencernaan yang belum sepenuhnya aktif bisa mengalami gangguan, seperti kembung atau sakit perut.
Kurma berfungsi sebagai makanan pembuka yang ringan dan mudah dicerna.
- Memberikan Energi untuk Beribadah
Karena cepat diserap tubuh, kurma memberikan dorongan energi yang cukup untuk melakukan shalat maghrib sebelum melanjutkan makan hidangan utama.
- Mencegah Makan Berlebihan
Berbuka dengan kurma membantu mengendalikan nafsu makan. Dengan kadar gula alami yang tinggi, kurma memberikan rasa kenyang lebih awal, sehingga mencegah kamu makan berlebihan saat berbuka. (*)