CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu – Joran sakti yang berasal dari meteran kuburan kembali memakan korban.
Masyarakat khususnya di daerah Jawa Timur masih percaya kalau memancing pakai joran meteran kuburan bisa mendatangkan hoki.
Tak perlu menunggu lama, umpan pasti langsung dapat sambaran. Tak perlu susah-susah mencari spot memancing, ikan apa saja pasti bisa dinaikkan.
Cerita horor kali ini datang dari Didik (24) seorang pemuda asal Desa S, Magetan.
Ia sebelumnya tak tahu apa-apa soal joran sakti meteran kuburan. Sampai seorang sesepuh desa bernama Sujarno (55) memberitahunya.
“Pak Jarno kasih tahu saya katanya kalau kita mancing pakai meteran kuburan bisa dapat banyak. Dia nggak bilang kalau ternyata joran dari meteran kuburan bawa sial juga. Dia cuma bilang hati-hati.”
Setelah mendapatkan bilah bambu bekas ukuran kuburan tetangganya, malam itu juga Didik pergi memancing mengajak teman sepermainannya bernama Lukman (25).
Lukman sengaja membawa joran yang biasa dia pakai. Tak seperti biasanya, malam ini mereka memancing bukan untuk mencari ikan.
Mereka cuma mau membuktikan omongan Mbah Sujarno.
Spot memancing yang sama, mereka duduk bersebelahan menggunakan umpan yang sama.
“Bener aja, Mas. Saya naikin ikan terus. Lukman kalah telak. Ember saya penuh Lukman baru dapat 3 ikan. Padahal umpannya sama, kami juga duduk bareng deketan. Gara-gara joran meteran kuburan saya pecah rekor. Saya belum pernah dapat ikan sebanyak itu.”
Saking girangnya, Didik sampai lupa pesan Mbah Sujarno.
Dia tidak hati-hati. Atau lebih tepatnya, Didik tidak paham arti hati-hati yang Mbah Sujarno katakan.
Didik pulang kegirangan membawa seember penuh ikan hasil pancingan dan joran saktinya. Rencananya, besok dia mau memancing di pemancingan.
“Orang di sungai aja dapat banyak apalagi di pemancingan. Hahaha... Bisa-bisa saya bikin bangkrut mereka. Tapi belum sampai besok pagi, Mas. Tengah malam saya kebangun.”
Didik terbangun bukan karena mimpi buruk, tapi karena suara berisik dari arah dapur.
Suara seperti kayu yang diketuk-ketukkan berkali-kali dengan tempo cepat. Buru-buru Didik lari ke dapur.
“Pas nyampe sana, Mas. Saya lihat jorannya gerak sendiri. Awalnya cuma nabrak-nabrakin lemari piring lama-lama meloncat-loncat. Mirip seperti pocong. Wah malam itu saya nggak bisa tidur sampai pagi, Mas. Saya ngungsi ke rumah Lukman.”
Joran Sial Membawa Mala Petaka Sekeluarga
Cerita horor lainnya semakin membuat kita percaya apa yang kita dapatkan sejatinya ada harganya. Termasuk membawa pulang meteran kuburan.... (*)
Editor : Nur Wachid