CERITA MISTERI, Jawa Pos Radar Lawu –- Warga sekitar Tawangmangu Magetan dibuat geger saat seorang remaja hilang 3 hari akhirnya ditemukan di tengah hutan.
Kondisinya memprihatinkan, tubuhnya terbaring lemas di bawah pohon besar, dehidrasi hebat nyari tewas.
Kronologi Penemuan Remaja Hilang 3 Hari
Irfan (17) seorang remaja asli Magetan Jawa Timur yang dilaporkan hilang akhirnya ditemukan di tengah hutan Gunung Lawu perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Tubuh Irfan pertama kali ditemuka oleh Kardi (48) seorang pencari rumput.
“Saya kira udah nggak ada nyawanya. Orang dia tergeletak nggak bergerak di bawah pohon besar gitu kok. Pas saya dekati, eh masih gerak. Saya juga baru tahu kalau ternyata bocah ini yang namanya Irfan,” ucap Kardi
Kondisi Irfan saat ditemukan Kardi
• Tubuhnya terbaring miring memegangi perut
• Bibirnya pucat
• Masih mengenakan jaket merah sebuah tim sepak bola dan celana panjang hitam
Irfan Pamit Pergi Ke Rumah Temannya
Menurut Wati (45) Ibunya, Irfan pamit pergi ke rumah temannya untuk mengerjakan tugas. Awalnya Wati tak menaruh curiga pada anaknya.
“Irfan pamit ke rumah temannya dari kemarin lusa, Mas. Bawa tas juga. Lha saya juga bingung ke rumah temen kok udah 3 hari nggak pulang. Pas saya ke rumah temannya, temennya bilang kalau Irfan nggak ke sini? Saya langsung lapor ke polisi,” ucap Wati.
Sadar anaknya hilang, Wati segera melapor polisi.
Gara-gara Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis di HP nya
Polisi menduga hilangnya Irfan ada kaitannya dengan Aplikasi Penghasil Saldo Dana Gratis yang ada di ponsel Irfan.
Menurut keterangan pihak kepolisian, aplikasi tersebut tergolong scam karena mengarahkan pengguna untuk menuju lokasi tertentu melalui GPS dengan iming-iming saldo digital.
Aplikasi tersebut ilegal, dan ternyata bisa sangat berbahaya karena:
• Mengambil data pribadi pengguna; biodata, umur, lokasi, sampai galeri
• Menyuruh pengguna aplikasi mendatangi tempat yang diminta. Setelah sampai, pengguna baru bisa mendapatkan Saldo Dana Gratis.
• Anak remaja yang belum mengerti bahaya sangat rentan menjadi korban
Gara-gara kejadian Irfan, banyak orang tua yang was-was terhadap keselamatan putra putrinya.
Gen Alpha yang Minim Pengawasan Orang Tua
Dunia digital kini menjelma pedang bermata dua. Satu sisi, anak harus belajar memanfaatkan dunia digital untuk perkembangan mereka.
Namun di sisi yang lain, pengawasan orang tua semakin minim, khususnya di Gen Alpha.
Tips sederhana mengawasi anak:
• Batasi jam pemakaian ponsel
• Rutin mengecek ponsel anak minimal sehari sekali
• Menjalin interaksi dan komunikasi 2 arah dengan anak agar kedekatan anak dan orang tua terjaga. (*)
Editor : Nur Wachid