Jawa Pos Radar Lawu - Cerita misteri hari ini pengunjung Telaga Sarangan digegerkan kemunculan kera putih yang bergelantungan di hutan pinus dekat telaga.
Mereka berbondong-bondong menonton monyet liar yang tampak berbeda dari monyet lain pada umumnya.
Sasa (29) salah satu pedagang sate kelinci di Gunung Lawu mengungkapkan fenomena ini tergolong langka.
Biasanya, monyet liar yang turun berwarna coklat abu dengan ekor panjang.
Baru hari ini ia melihat seekor monyet berwarna putih tulang dengan bola mata coklat terang.
Monyet unik itu pertama kali dilihat Sasa bergelantungan di atas lapak sate miliknya.
Suaranya keras, berkejar-kejaran dengan monyet-monyet lain berebutan makanan sisa pengunjung.
Sayangnya tak ada seorang pun yang berani menangkap monyet tersebut.
Pasalnya, Gunung Lawu erat hubungannya dengan kisah pasukan Anoman si kera putih.
“Dulu kalah dikisahkan pasukan Anoman tidak terima diturunkan ke bumi. Mereka bertekat menyerang kayangan dengan mendaki Gunung Lawu,” tutur Mbah Hargo salah seorang tetua yang turut hadir menyaksikan kemunculan monyet putih tersebut.
Baca Juga: Pengendara Tak Sadar Bonceng Kuntilanak, Cerita Misteri Jalan Tembus Cemoro Sewu
Demi menjaga kelestarian kera-kera liar di area wisata Telaga Sarangan, petugas terkait segera mengamankan lokasi dan membubarkan kerumunan.
“Kera-kera di Telaga Sarangan punya nilai daya tarik tersendiri. Selain itu, kita sebagai pengunjung harus menghargai keberadaan mereka dan hidup berdampingan dengan damai,” kata Riki, salah seorang petugas keamanan.
Hingga cerita misteri ini beredar, belum ada yang mengkonfirmasi apa kera putih tersebut asli atau hanya jadi-jadian.
Kera putih titisan Anoman Gunung Lawu seperti yang orang-orang katakan. (*)
Editor : Nur Wachid